Hipertensi Portal

Sirosis hepatis tahap lanjut menyebabkan komplikasi yang disebut hipertensi portal akibat pembatasan aliran darah yang melalui hati ke vena hepatika.

Hipertensi portal terjadi adanya peningkatan resistensi terhadap aliran darah yang disebabkan oleh jaringan parut yang luas di hati pada kasus sirosis hepatis.

Definisi

Hipertensi portal adalah tekanan darah tinggi abnormal dalam vena portal dan cabang-cabangnya dimana vena portal ini merupakan vena besar yang membawa darah dari usus ke hati.

Vena portal adalah vena yang membawa dan menerima darah dari seluruh usus, limpa, pankreas, dan kandung empedu kemudian membawa darah ke hati.

Setelah memasuki hati, pembuluh darah terbagi menjadi 2 cabang, kanan dan kiri, kemudian ke saluran kecil yang berjalan melewati hati.

Ketika darah meninggalkan hati, ia mengalir kembali ke sirkulasi jalur normal melalui vena hepatika.

Penyebab

Hipertensi portal dipicu oleh 2 faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah di dalam pembuluh darah portal, yaitu:

1. Peningkatan volume darah yang mengalir melalui vena portal
2. Peningkatan resistensi terhadap aliran darah di vena portal yang melalui hati

Hipertensi portal pada sirosis hepatis disebabkan karena peningkatan resistensi terhadap aliran darah akibat pembatasan oleh jaringan parut yang luas di hati.

Patofisiologi hipertensi portal

Pada sirosis hepatis, kemacetan oleh jaringan parut menyebabkan peningkatan volume dan tekanan darah di jalur portal sehingga dikenal dengan istilah tekanan darah tinggi vena portal atau hipertensi portal.

Hipertensi portal mengarah ke pembentukan pembuluh darah baru yang melewati hati secara bypass (memotong jalur), disebut pembuluh kolateral.

Pembuluh kolateral ini secara langsung memotong jalur (bypass) dengan menghubungkan vena portal ke vena jalur normal yang mengangkut darah dari hati ke dalam sirkulasi umum.

Karena bypass ini, zat-zat kimia (seperti racun) yang biasanya dibuang dari darah oleh hati, mereka dapat masuk ke dalam sirkulasi umum hingga mencapai otak, menyebabkan suatu komplikasi lain yang disebut ensefalopati hepatik.

Untungnya, pembuluh darah kolateral ini berkembang pada tempat-tempat tertentu. Yang paling penting terletak di ujung bawah kerongkongan dan pada bagian atas perut.

Di sini, pembuluh kolateral penuh liku-liku dan membesar akibat penumpukan darah, karena jalur sempit ini tidak dimaksudkan mengalirkan arus besar, dikenal sebagai varises.

Varises yang muncul di kerongkongan dikenal dengan istilah varises esofagus dan varises yang muncul di perut dikenal sebagai varises lambung.

Varises mudah membesar namun berdinding rapuh dan rentan terhadap pecah kemudian perdarahan, kadang-kadang serius dan kadang-kadang membuat fatal.

Pembuluh darah kolateral lainnya dapat berkembang pada dinding lambung dan pada rektum (usus).

Hipertensi portal juga menyebabkan limpa membengkak karena tekanan tinggi mengganggu aliran darah dari limpa ke dalam pembuluh darah portal.

Ketika limpa membengkak, jumlah (count) dari sel-sel darah putih akan menurun yang meningkatkan risiko infeksi, dan jumlah (count) trombosit juga menurun yang meningkatkan risiko perdarahan sulit membeku – hipokoagulasi.

Peningkatan tekanan dalam vena portal juga menyebabkan cairan yang mengandung protein (albumin) dari permukaan hati dan usus mengalami kebocoran yang kemudian menumpuk dalam perut. Kondisi ini disebut asites.

Gejala klinis

Hipertensi portal itu sendiri tidak menimbulkan gejala, tetapi beberapa konsekuensinya bisa terjadi jika sejumlah besar cairan menumpuk di perut, menekan perut (distensi), kadang-kadang terasa dan kadang-kadang cukup untuk membuat perut berasa sangat kencang.

Distensi perut menyebabkan gejala tidak nyaman dan menyakitkan. Pembesaran limpa dapat menyebabkan rasa sakit di bagian kiri atas perut.

Varises di kerongkongan dan perut mudah pecah dan pendarahan, kadang-kadang secara besar-besaran.

Orang bisa muntah darah atau mengeluarkan materi hitam yang menyerupai bubuk kopi. Kadang, kotoran berwarna gelap seperti ter karena bercampur darah.

Lebih jarang, pendarahan varises di rektum, mungkin tinja mengandung darah. Perdarahan akibat pecahnya pembuluh kolateral ini dapat mengancam jiwa penderita.

Varises atau pembuluh kolateral juga dapat terlihat pada kulit perut atau sekitar rektum.

Ketika zat racun yang biasanya dikeluarkan dari hati masuk ke dalam sirkulasi umum dan mencapai otak, seseorang mendapatkan gejala kebingungan atau mengantuk (ensefalopati hepatik).

Karena sirosis hepatis dengan hipertensi portal juga memiliki kerusakan hati yang parah, mereka mungkin memiliki risiko gagal hati dengan gejala seperti kecenderungan untuk mudah pendarahan.

Penanganan hipertensi portal

1. Kontrol perdarahan

Perdarahan dari varises esofagus adalah keadaan darurat medis. Obat-obatan seperti vasopressin atau octreotide bisa diberikan secara intravena untuk memperlambat pendarahan. Transfusi darah diberikan untuk menggantikan darah yang hilang.

Dokter biasanya menggunakan tabung fleksibel (endoskopi), dimasukkan melalui mulut ke kerongkongan untuk mengkonfirmasi bahwa ada perdarahan dari varises. Melalui endoskopi, dokter memasang karet gelang untuk mengikat pembuluh darah.

2. Prosedur dekompresi

Jika terapi endoskopik, terapi obat, dan / atau perubahan pola makan yang dianjurkan dokter tidak berhasil mengontrol perdarahan varises, Anda mungkin memerlukan salah satu prosedur dekompresi untuk mengurangi tekanan dalam pembuluh darah.

Prosedur dekompresi meliputi:

– Transjugular intrahepatik portosystemic shunt (TIPS): Prosedur ini menempatkan stent (perangkat tubular) di tengah hati. stent ini menghubungkan vena hepatik dengan vena portal, untuk membantu mengurangi tekanan dalam pembuluh darah yang abnormal.

– Distal shunt splenorenal (DSRS): Prosedur ini menghubungkan vena dari limpa ke vena dari ginjal kiri untuk mengurangi tekanan dalam varises dan kontrol perdarahan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Varises Esofagus Varises Esofagus Pada Sirosis Hepatis. Varises esofagus adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar esofagus (kerongkongan bagian bawah) akibat penyumbatan oleh bekuan darah atau jaringan parut di hati, dan sirosis hepatis bertanggung […]
  • Hematemesis Dan Melena Hematemesis Dan Melena. Muntah darah dan berak darah merupakan komplikasi sirosis hati serius yang membahayakan jiwa. Varises berkembang di kerongkongan dan pencernaan atas yang mengakibatkan pendarahan gastrointestinal. Pada […]
  • Splenomegali – Pembesaran Limpa Splenomegali adalah pembesaran limpa akibat beberapa kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan limpa mengalami infeksi dan membengkak. Apa itu limpa? Limpa adalah organ dalam tubuh yang merupakan bagian dari sistem kerja getah […]
  • Ensefalopati Hepatikum Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya. Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu […]
  • Komplikasi Infeksi Bakteri SBP Pada Cairan Asites Bakteri Spontaneous Peritonitis atau bakteri SBP adalah mikroorganisme yang tumbuh berkembang dan meng infeksi cairan asites, sebagai hasil dari translokasi bakteri lumen usus atau kadang akibat dari infeksi saluran kemih. Orang yang […]