Hubungan Minuman Energi Dengan Radang hati Hingga Penyakit Liver

Hubungan Minuman Energi Dengan Radang hati Hingga Penyakit Liver

Sebagian besar dari kita mengerti bagaimana rasanya bekerja berat dibarengi kelelahan, minuman energi (ME) menjadi minuman yang dihandalkan untuk memicu semangat dan mendapat energi tambahan.

Sementara banyak orang mengonsumsi minuman mengandung niacin ini karena rasa yang enak dan membantu mereka melewati hari yang panjang, ketika mereka berhadapan dengan kesibukan memeras keringat.

Namun, terlalu sering meminum minuman ini justru berpotensi membahayakan hati, meskipun relatif belum diketahui dengan jelas.

Didorong oleh sebuah kasus baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Case Reports, konsumsi minuman berniacin yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan di selaput hati.

Di samping multivitamin, ME adalah suplemen makanan terpopuler yang dikonsumsi oleh remaja dan pria dewasa. Hampir sepertiga remaja berusia antara 12-17 tahun mengkonsumsi minuman ini secara reguler, menurut laporan dari Pusat Kesehatan Komplementer dan Integratif Nasional (NCCIH).

Sayangnya, kadar gula dan kafein yang tinggi dari minuman tersebut mendiskualifikasi mereka dari kegiatan yang tak menyehatkan. Selain itu, orang sering tidak memperhatikan porsi rekomendasi untuk mengonsumsi – terutama minuman yang dianggap baik.

Meskipun bukan pertama kalinya kasus ini didokumentasikan, kasus terbaru dari penyakit liver kronis yang disebabkan oleh konsumsi ME dilaporkan oleh Dr. Jennifer Nicole Harb dan rekan-rekan dari University of Florida College of Medicine.

Menurut laporan tersebut, subyek : seorang pria usia 50 th

– Seorang pria berusia 50 tahun, seorang pekerja keras, telah mengembangkan hepatitis akut akibat konsumsi minuman berniacin yang berlebihan.
– Sebelum menjadi sakit karena toksisitas hati, subjek dalam kondisi sehat, tidak mer0kok, tidak minum alkohl dan bukan pengguna n4rkoba.
– Subjek minum empat sampai lima minuman sehari selama tiga minggu sebelum dirawat di rumah sakit.
– Setiap botol minuman, mengandung 40 mg niacin, atau 200 persen dari nilai harian yang direkomendasikan; Dan dia mengkonsumsi empat atau lima botol setiap hari selama lebih dari 21 hari.
– Niacin dapat menyebabkan transaminitis, sebuah indikator kerusakan hati, 20 persen orang mengonsumsi 500 miligram niacin setiap hari. Meskipun hanya tertelan sekitar 200 mg niasin setiap hari, dalam durasi tiga minggu mungkin telah menciptakan efek kumulatif terhadap hati.
– Tes laboratorium di rumah sakit mengungkapkan bahwa pria tersebut memiliki hepatitis C kronis.
– Uji Biopsi menunjukkan bahwa penyebab kerusakan hati tidaklah spesifik, artinya bukan karena virus hepatitis. Jadi, kerusakan hati disebabkan oleh obat-obatan atau racun. Kerusakan hati yang berulang menyebabkan fibrosis (jaringan parut)
– Minuman energi bukanlah sumber virus hepatitis.
– Tes Darah pada subjek menunjukkan kadar serum folat dan vitamin B12 yang melampaui batas kuantitatif.
– Baik serum folat dan B12 merupakan bahan umum untuk minuman, namun dapat menumpuk di hati dan menjadi beracun bila dikonsumsi secara berlebihan.
– Para ahli medis yang hadir menyimpulkan bahwa luka hati pada subjek (fibrosis) berhubungan langsung dengan konsumsi ME yang berlebihan.

Industri minuman berniacin adalah bisnis besar, dan popularitas dan ragamnya terus berkembang. Sayangnya, kebanyakan konsumen tidak menganggap bahwa minum lebih dari satu per hari adalah aktivitas berbahaya bagi liver mereka. Subjek dari laporan kasus tersebut sekarang tahu bahwa asupan vitamin yang berlebihan dapat membahayakan.

Menurut penulis laporan kasus tersebut, mengatakan

“Seiring perkembangan pasar minuman yang terus berkembang pesat, konsumen harus sadar akan potensi risiko atas berbagai bahannya.

Vitamin dan nutrisi, seperti niacin, jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat melebihi batas asupan harian yang disarankan, ini dapat memberi risiko tinggi untuk akumulasi dan toksisitas bagi hati. “

Toksisitas memicu inflamasi, inflamasi menyebabkan hati luka, luka yang berlanjut akan menjadi hepatitis, fibrosis, hingga sirosis hepatis.

Meskipun belum ada bukti konklusif yang menghubungkan minuman mengandung niacin dengan sirosis hepatis. Namun, karena hepatitis kronis menjadi bukti yang memberatkan untuk pria yang dijelaskan dalam laporan kasus tersebut.

Hati yang terinfeksi hepatitis kronis terlibat dalam pertempuran terus-menerus melawan virus, dan oleh karena itu berada pada posisi yang kurang menguntungkan saat melawan racun.

Semua orang tidak akan menganggap vitamin B (niacin) menjadi racun dalam situasi normal, namun jumlahnya berlebihan – ini membahayakan. Selain itu, tingginya jumlah gula dan kafein dalam ME dapat membuat orang mengalami krisis kesehatan yang besar.

Untungnya, subjek (orang dalam kasus di atas) dalam studi kasus yang dijelaskan di atas, dia bisa pulih sepenuhnya setelah menghentikan minum minuman tersbeut.

Meski begitu, pengalamannya seharusnya menjadi peringatan bagi orang lain, yang menyukai ME & terutama bagi mereka yang menderita Hepatitis untuk membatasi gula, kafein, dan bahkan vitamin berlebihan bisa berbahaya bagi penyakitnya.

Bagikan Pada Temanmu!