Jenis Gula Yang Memicu Penyakit Liver Hingga Sirosis Hati

Sebagian besar, orang pasti suka dengan makanan atau minuman berasa manis, meskipun sesekali saja atau ketika ingin mengonsumsi dalam jumlah sedang, mungkin tidak mengapa.

Tapi, kita tentu juga harus menyadari bahwa kita tidak ingin menyukai gula secara berlebihan sebagai bagian penting pokok yang harus ditambahkan untuk makanan kita, atau ini hanya peringatan sekedar untuk kehati-hatian saja.

Gula termasuk rantai karbohidrat. Gula memiliki jenis dan bentuk yang berbeda, termasuk mana gula yang sehat dan mana yang tidak sehat.

Tubuh sehat dapat memecah protein, lemak, dan karbohidrat secara natural, melalui sebuah proses untuk menghasilkan glukosa sehat, dimana produk ini akan menjadi bahan bakar dalam segala aktifitas dan otak juga butuh itu.

Masalahnya adalah, kita menghadapi kenyataan bahwa kita mengkonsumsi sekitar lebih dari 20 sdt gula tambahan per hari, baik itu dari berjenis minuman, atau makanan ringan hingga makanan olahan. Nasi putih juga mengandung gula.

Apa jenis gula yang buruk bagi hati?

Salah satu jenis gula buruk yang bisa merusak hati adalah fruktosa, biasanya ditemukan pada roti manis, makanan atau minuman ringan.

Saat kita makan gula sehat dari makanan alami seperti buah dan sayuran; gula digunakan oleh tubuh untuk memberi bahan bakar pada otak dan otot, dan tubuh memiliki waktu untuk memproses gula ini.

Namun, ketika tubuh mengalami kelebihan beban dengan terlalu banyak makanan yang mengandung gula tambahan, hati mulai terbebani.

Hati menyimpan kelebihan glukosa di dalam selnya sebagai glikogen dan bahan lemak, yang kemudian di lain waktu akan diakses kembali nanti jika tubuh membutuhkan.

Fruktosa terbuat dari sukrosa (gula tebu) dan sirup jagung (fruktosa tinggi). Saat kita makan kue, permen, atau minuman yang dipermanis dengan fruktosa, makan gula buruk akan membanjiri tubuh kita, menyebabkan

– Penambahan berat badan
– Resistensi insulin hati
– Dan akhirnya sindrom metabolik
– Diabetes dan
– penyakit kardiovaskular.

Para ahli dalam sebuah studi juga menghubungkan konsumsi fruktosa dengan:

– Disfungsi sel
– Peningkatan peradangan hati
– penuaan dini
– Dan perubahan negatif dalam sistem reward otak, mendorong rasa ingin konsumsi berlebihan.

Bagaimana gula menyebabkan penyakit liver?

Masalah lain dengan mengkonsumsi fruktosa pada kue manis, permen atau minuman ringan adalah cara kerja fruktosa pada tubuh lebih banyak merangkai etanol (derivat alk0hol) daripada glukosa.

Fakta bagi hati, fruktosa dan etanol secara kualitatif adalah sama dalam hal metabolisme; Artinya, seperti alk0hol, hati hanya bisa memproses fruktosa dalam dosis kecil.

Bila fruktosa dikonsumsi pada volume tinggi dan / atau reguler (terus-menerus), hati tidak dapat bertahan dan menjadi meradang.

Peradangan hati diiringi dengan pengerasan struktur, dan perlemakan hati (penyakit hati berlemak).

Seiring banyak waktu berjalan, ini bisa menyebabkan hati terluka, meninggalkan bekas luka dan membentuk jaringan parut, yang kemudian akan mengembangkan penyakit sirosis hepatis.

Diet sehat akan selalu menampilkan rekomendasi untuk membatasi asupan karbohidrat dan memilih pilihan makanan sehat seperti dari buah dan sayuran, bersama dengan biji-bijian, protein tanpa lemak dan lemak sehat (minyak zaitun, minyak kelapa, dll).

Selain diet, olahraga teratur dan tidur yang cukup juga akan menjadi rejimen yang melengkapi kesehatan hati.

Kesehatan tubuh menjadi lebih optimal, dan kebugaran Anda juga akan meningkat. Gunakan gula seperlunya, sesuai kebutuhan, dan jangan berlebihan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!