Khasiat Teh Hijau Untuk Terapi Fibrosis Dan Sirosis hati

Daun teh hijau dianggap tanaman berkualitas sangat tinggi di seluruh dunia yang telah dikaitkan dengan beragam manfaat untuk kesehatan.

Cari tahu, mengapa banyak penderita penyakit liver di seluruh dunia menjadi sangat tertarik untuk menjaga kesehatan hati dan mencegah perkembangan jaringan parut fibrosis, cikal bakal sirosis hepatis.

Selain hal tersebut, mereka juga  banyak  mendapatkan keuntungan dari mengonsumsi teh hijau. Selayaknya Anda ikut mencoba nya.

Apa itu jaringan parut?

Jaringan parut adalah daerah jaringan fibrosa (fibrosis) yang menggantikan kulit normal setelah mengalami cedera, atau bekas penyembuhan luka yang membentuk fibrosis.

Jaringan parut atau fibrosis terbentuk akibat proses biologis perbaikan atau penyembuhan luka pada kulit dan jaringan tubuh lainnya. Dengan demikian, jaringan parut merupakan bagian alami dari proses penyembuhan.

Jaringan parut terbentuk setiap kali permukaan hati mengalami cedera melebihi lapisan pertamanya, apakah cedera itu akibat peradangan, racun, infeksi, virus, obat-obatan, dll.

Hingga saat ini, belum ditemukan cara untuk menghilangkan jaringan parut atau mengembalikan keadaan seperti semula secara penuh, kecuali dengan mencegah perkembangan dan menghindari pemicu keparahan.

EGGC pada teh hijau

Manfaat kesehatan teh hijau terfokus pada kekayaan polifenol katekin, terutama epigallo catechin gallate (EGCG) adalah Antioksidan yang kuat.

EGCG merusak sel-sel yang tidak beres, tanpa membahayakan jaringan sel sehat. Selain menurunkan kadar kolesterol LDL, EGCG telah terbukti menghambat pembentukan bekuan darah yang menyebabkan kemacetan.

Pada pertemuan tahunan, tahun 2006, Association for the Study of Liver Diseases, para peneliti mengungkapkan bukti bahwa EGCG berkontribusi terhadap penghambatan dua indikator pengembangan penyakit liver kronis, yaitu: stres oksidatif dan pembengkakan.

Dua studi terpisah mengambil kesimpulan dari pertemuan sebagai berikut :

1. Studi 1 : Peneliti menyimpulkan bahwa EGCG memperlambat fibrosis hati yang disebabkan oleh artifisial.

2. Studi 2 : Peneliti menyimpulkan bahwa EGCG menghambat perkembangan NAFLD (penyakit hati berlemak), nekrosis (kematian sel) dan peradangan hati – pemicu jaringan parut.

Berdasarkan hasil kedua penelitian tersebut, para peneliti menyarankan bahwa mengambil polifenol dari teh hijau sebagai agen terapi yang berguna menghambat pembentukan jaringan parut fibrosis dan mencegah NAFLD, memangkas sirosis hepatis.

Manfaat teh hijau untuk terapi sirosis hepatis

Teh hijau telah menjadi fokus penelitian kesehatan liver selama bertahun-tahun:

– Dalam jurnal International Journal of Molecular Medicine edisi Oktober 2005, peneliti Jepang menemukan bahwa EGCG menghambat produksi kolagen dan menekan aktivitas kolagenase, sehingga berpotensi sebagai terapi untuk mengobati fibrosis hati.

– Pada jurnal American Journal of Physiology, Gastrointestinal dan Fisiologi Hati, November 2003, para peneliti menyimpulkan bahwa polifenol teh hijau mampu mengikis radikal bebas dan mencegah aktivasi sel ITO, sehingga meminimalkan fibrosis hati

– Dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi September 2004, para periset menyimpulkan bahwa polifenol teh hijau mengurangi tingkat keparahan cedera hati, terkait dengan konsentrasi peroksidasi lipid dan mediator nitrat oksida yang beremigrasi.

Dengan beberapa penelitian di atas, membuktikan bahwa teh hijau berkhasiat untuk terapi sirosis hepatis, karena penyakit ini diawali dengan perkembangan fibrosis  (jaringan parut).

Antara teh hijau, oolong dan teh hitam

Ada banyak jenis teh, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Teh hijau, oolong dan teh hitam semuanya berasal dari daun tanaman Camellia sinensis.

Tidak seperti daun oolong dan daun teh hitam, daun teh hijau diproses dengan pengukusan, ini dimaksud untuk mencegah senyawa EGCG agar tidak teroksidasi.

Sebaliknya, daun teh hitam dan oolong dibuat dari daun yang difermentasi. Fermentasi mengubah EGCG menjadi senyawa lain yang hampir tidak efektif dalam mencegah dan melawan berbagai penyakit.

Efek samping teh hijau

Dulu, ada peringatan terhadap konsumsi rutin teh hijau karena kandungan kafeinnya. Namun, daun ini mengandung lebih sedikit kafein daripada secangkir kopi kecil yang rata-rata mengandung 100 mg kafein.

Secangkir teh hijau berukuran sama (cangkir kecil) memiliki antara 30 dan 60 mg. Meski kandungan kafeinnya rendah, seseorang yang peka terhadap kafein mungkin masih mengalami kesulitan tidur saat mengonsumsi teh hijau.

Untuk mengonfirmasi perlindungan hati akibat konsumsi teh, sebuah penelitian di University of Toronto tahun 2006 juga menunjukkan bahwa jumlah berlebihan polifenol teh hijau bisa membahayakan hati.

Meskipun para peneliti menyimpulkan bahwa minum teh hijau dapat membantu melindungi hati dari cedera, mereka juga memperingatkan agar pengembang bisnis tidak mengkonsentrasikan polifenol EGCG ke dalam kapsul.

Cara Membuat Ramuan Teh Hijau

Persiapan pembuatan teh hijau mempengaruhi bagaimana terapi pengobatan ini bekerja. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan teh yang luar biasa, ahli gizi Paul Pitchford mengingatkan kita untuk tidak membuatnya terlalu kental, dan diseduh pelan-pelan

Pitchford mengatakan, “Infus dari 2 lembar daun teh sering kali membuat hasil bagus karena reaksi ringan dari asam tannic dalam teh tidak terlalu menyengat.

Para ahli mengklaim bahwa ketika membuat teh dengan seduhan terlalu kuat, polifenol bisa menjadi rusak, rasa teh tidak nikmat dan membuat gas dalam perut.

Panduan untuk menyeduh secangkir teh hijau agar hasil menjadi optimal:

– Gunakan satu kantong teh, atau 2 – 4 gram teh, per cangkir.
– Isi panci dengan air dingin dan didihkan.
– Lepaskan ketel dari kompor dan biarkan selama 3 menit.
– Tuangkan air panas ke kantong teh atau daun teh, dan biarkan larutan meresap ke air hingga 3 menit. Jika menggunakan kantong teh, lepaskan bag – nya
– Biarkan teh mendingin selama tiga menit lagi.

Sangat bijaksana untuk memoderasi dalam semua hal yang kita makan atau minum, tidak berlebihan. Minum teh hijau dengan cara yang benar bisa melindungi tubuh secara alami dari fibrosis hati dan sirosis hepatis.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Manfaat Alpukat Untuk Mencegah Sakit Liver Akibat Cidera Hati Memilih lemak sehat dengan makan alpukat adalah pilihan ideal untuk orang dengan masalah kesehatan hati. Daging alpukat sangat lembut berwarna kuning kehijauan namun penuh dengan berbagai manfaat kesehatan. Lemak sehat, […]
  • Manfaat Kunyit Sebagai Anti Virus Hepatitis Penyebab Radang Hati Siapa tidak tahu kunyit? Kunyit dapur atau kunir (Curcuma longa) adalah bumbu rempah-rempah anti-inflamasi yang melindungi sel hati dari virus pemicu peradangan hati. Dan virus Hepatitis C (HCV), salah satu penyebab utama sirosis […]
  • Khasiat Vitamin D Untuk Liver Kronis Dan Cidera Hati Konsumsi multivitamin atau memilih vitamin D adalah salah satu gizi penting namun sedikit orang yang menyadari betapa berharganya makanan ini untuk merawat hati dari penyakit liver kronis hingga sirosis hepatis. Mengambil vitamin D […]
  • Khasiat Biji pepaya untuk Liver Kronis Dan Cara Membuat Ramuannya Pepaya mengandung Vitamin A, B, C dan E, serta mineral sehat seperti besi, kalsium, magnesium, potassium, kolin dan lycopene yang bersifat antioksidan - melawan pertumbuhan sel abnormal. Sebenarnya, kekuatan manfaat sesungguhnya dari […]
  • Manfaat Bawang Putih Untuk Terapi Penyakit Liver Setiap orang yang memiliki penyakit liver kronis pasti selalu mencari makanan diet untuk dimasukkan ke dalam koleksi makanan yang mendukung kesehatan hati mereka. Bawang putih, bumbu kuliner dapur ini banyak memberi manfaat untuk […]