Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Sirosis Hati / Komplikasi Gagal Ginjal Pada Sirosis Hati

Komplikasi Gagal Ginjal Pada Sirosis Hati

/
/
/
0
(0)

Gagal Ginjal Pada Sirosis Hati. Penyakit liver kronis menyebabkan gagal fungsi ginjal terkait asites dan edema, dimana ginjal mengalami kerusakan secara progresif yang disebut sindrom hepatorenal.

Komplikasi gagal ginjal ini adalah komplikasi sirosis hepatis yang serius dan bisa mengancam jiwa penderitanya jika tidak segera ditangani dan diobati sejak dini.

Sirosis hepatis dan gagal ginjal

Sirosis hepatis adalah penyakit liver kronis yang bisa menyebabkan komplikasi gagal ginjal atau sindrom hepatorenal terjadi ketika ada penurunan fungsi hati.

Kegagalan fungsi hati akibat sirosis mempengaruhi retensi ginjal terhadap cairan karena beberapa kondisi semisal asites atau edema.

Karena kurangnya buang urin yang dikeluarkan dari tubuh, produk limbah yang mengandung nitrogen akan terakumulasi dalam aliran darah (azotemia) sehingga meracuni hati dan merusak ginjal.

Gejala dan tanda-tanda

Komplikasi gagal ginjal pada sirosis hepatis ditandai beberapa perubahan fisik dan perilaku yang nampak dari penderita nya.

Beberapa tanda-tanda bisa dilihat dari penderita yang mengalami beberapa gangguan sebagai berikut

– Pembengkakan perut karena cairan (disebut asites)
– Perubahan status mental
– Edema atau pembengkakan pada kaki
– Kebingungan
– Sering menggigau
– Gerakan otot kasar dan kaku.
– Urin berwarna gelap.
– Produksi urin menurun
– Mual dan muntah
– Berat badan menurun
– Kulit kuning (jaundice, penyakit kuning, hiperbilirubinemia)
– Produksi urin kurang dari 400 cc / hari
– Retensi cairan di perut atau ekstremitas
– Peningkatan kadar kreatinin darah
– TIngkat natrium darah rendah
– Konsentrasi natrium di urin sangat rendah

Faktor risiko

Faktor penyebab yang mendasari komplikasi ginjal pada sirosis hepatis, meliputi:

– Tekanan darah yang drop ketika penderita sirosis merubah posisi dari duduk ke bangkit (hipotensi ortostatik)
– Penggunaan obat peningkat sekresi urin yang disebut diuretik sehingga ginjal terhambat dalam penyerapan ion natrium, sirkulasi darah juga terpengaruh.
– Perdarahan gastrointestinal, terutama pecahnya varises yang muncul di usus atau perut.
– Infeksi

Diagnosis

Umumnya, dokter tidak mendiagnosa langsung bahwa pasien sirosis hepatis memiliki sindrom hepatorenal atau komplikasi gagal ginjal.

Namun, beberapa uji biasanya akan menunjukkan tanda-tanda penyakit liver kronis, termasuk:

– Kebingungan (akibat ensefalopati hepatik)
– cairan berlebih di perut (ascites)
– Penyakit kuning
– Tanda-tanda lain dari gagal hati

Tanda-tanda kegagalan hati lainnya termasuk:

– Gerakan refleks yang abnormal atau tremor
– testis lebih kecil
– Suara kerut ketika di daerah perut diketuk dengan ujung jari
– Muncul lesi kemerahan seperti laba-laba merah di kulit disebut spider angioma (spider nevi)

Pengobatan

Penderita sirosis hepatis yang cenderung memiliki komplikasi gagal ginjal diobati dengan tujuan adalah untuk membantu hati untuk bekerja lebih baik dan untuk memastikan bahwa jantung memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Pengobatan umumnya sama dengan gagal ginjal, baik karena sebab apapun.

– Dialisis, biasanya dapat memperbaiki gejala yang muncul.
– Obat-obatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan tekanan darah dan untuk membantu ginjal Anda bekerja lebih baik.
– Sebuah operasi non bedah (seperti prosedur Transjugular intrahepatik portosystemic shunt, atau parasentesis abdomen), bertujuan  untuk meringankan gejala asites dan untuk membantu fungsi ginjal.
– Operasi menempatkan shunt (disebut shunt Levine) dari ruang perut (peritoneum) ke vena jugularis, untuk meringankan atau mencegah beberapa gejala seperti pendarahan gastrointestinal.

Dampak komplikasi ginjal

Penyakit sirosis hati yang mengalami gejala-gejala kegagalan fungsi ginjal, yang tidak segera diobati, kemungkinan akan meningkatkan risiko komplikasi lainnya, termasuk

– Pendarahan atau mudah berdarah dan mudah memar
– Kerusakan, dan kegagalan dari banyak sistem organ tubuh
– Penyakit ginjal stadium akhir
– kelebihan cairan dengan gagal jantung kongestif atau edema paru-paru
– koma hepatikum
– Mudah terserang infeksi sekunder

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :