Pemeriksaan Fisik Dan Kriteria Diagnosis Sirosis Hepatis

Pemeriksaan Fisik Dan Kriteria Diagnosis Sirosis Hepatis

Pemeriksaan Fisik Dan Diagnosis Sirosis Hepatis. Beberapa tes darah akan dilakukan dokter untuk memeriksa fisik Anda terkait fungsi hati, tingkat peradangan, penyebab yang mendasari, tes pencitraan, dan beberapa tes uji lainnya untuk mencari kemungkinan komplikasi yang sedang berlangsung.

Saat Anda mengunjungi rumah sakit, Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda untuk mengetahui apakah Anda memiliki gejala penyakit liver dan atau beberapa pertanyaan lain untuk membantu mencari tahu kemungkinan penyebab.

Jika dokter berfikir bahwa Anda mungkin memiliki sirosis hepatis, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan fisik meliputi:tes darah, pencitraan, atau biopsi hati untuk menunjukkan secara pasti apakah Anda memiliki sirosis hepatis atau tidak.

Beberapa pemeriksaan fisik untuk diagnosis kriteria sirosi hepatis, sebagai berikut

Tes darah untuk memeriksa fungsi hati

Mengukur tingkat bahan kimia tertentu yang diproduksi oleh hati dapat menunjukkan seberapa baik hati Anda bekerja. Tes darah dilakukan untuk mengukur:

1. Uji Tingkat albumin dan protein total serum.

Albumin merupakan jenis protein. Penyakit liver dapat menyebabkan penurunan kadar protein dalam darah.

2. Uji Waktu tromboplastin parsial atau protrombin / INR.

Tes ini untuk mengukur faktor penggumpalan darah yang diproduksi di hati.

3. Uji Tingkat bilirubin.

Senyawa Ini diproduksi ketika hati memecah hemoglobin, zat pembawa oksigen dalam sel darah merah. Sirosis hepatis dapat menyebabkan kadar bilirubin tinggi, yang menyebabkan penyakit kuning.

Tes darah untuk memeriksa tingkat peradangan hati

Anda mungkin harus tes darah untuk memeriksa enzim-enzim hati. Ini dapat membantu menunjukkan apakah Anda memiliki sejarah terkait peradangan hati dalam waktu lama.

Tes darah untuk uji tingkat peradangan meliputi:

1. Uji AST atau SGPT

AST (Aspartat aminotransferase), SGPT (ALT – alanine aminotransferase), dan laktat dehidrogenase (LDH). Peningkatan enzim-enzim ini bisa memberikan cedera pada hati dan kematian sel-sel hati.

2. Pemeriksaan ALP.

Tingkat ALP (Alkali fosfatase) yang tinggi mengartikan bahwa telahterjadi penyumbatan saluran empedu, memungkinkan bahwa ANda berisiko sirosis hepatis.

3. Tes GGT

Tes GGT (Gamma glutamyl transferase) juga disebut gamma-glutamyl transpeptidase (GGTP). Peningkatan enzim-enzim ini terjadi karena penyalahgunaan alk0hol atau ada penyakit pada saluran empedu.

Tes darah untuk mendiagnosis penyebab

Tes ini dilakukan untuk memeriksa beberapa kondisi yang menjadi penyebab sirosis hepatis meliputi:

1. Uji ANA

Uji ANA (antibodi antinuklear). Pemeriksaan fisik ini untuk mencari hepatitis autoimun sebagai penyebab sirosis hepatis

2. Tes AMA

Tes AMA (antibodi antimitochondrial), untuk membantu apakah sirosis hepatis disebabkan oleh primary biliary cirrhosis.

3. Tes Ferritin dan uji tingkat zat besi.

Pemeriksaan Ini dapat membantu mendiagnosa penyebab sirosis hepatis yaitu penumpukan zat besi di hati, disebut dengan istilah hemokromatosis.

4. Tes virus hepatitis

Tes untuk virus hepatitis B, atau hepatitis C. Tes-tes ini untuk mendiagnosis sirosis hepatis akibat infeksi virus hepatitis.

5. Tes BAL

Tes BAL (tingkat alk0hol dalam darah). Tes-tes ini mungkin menunjukkan penyalahgunaan alk0hol, yang dapat menyebabkan sirosis hepatis alk0holik.

6. Uji serum ceruloplasmin

Pemeriksaan tingkat serum ceruloplasmin, untuk mendiagnosa penyakit Wilson.

7. Pemeriksaan protein alpha 1-antitrypsin.

Untuk mendiagnosa suatu kondisi di mana orang tidak memiliki kemampuan mengolah protein (defisiensi alpha1-antitrypsin).

Tes pencitraan

Tes pencitraan untuk memeriksa tumor dan penyumbatan saluran empedu. Tes pencitraan juga dapat digunakan untuk melihat ukuran hati dan aliran darah melalui hati.

Pemeriksaan fisik ini meliputi:

– USG perut.
– CT scan perut (termasuk hati, kandung empedu, dan limpa).
– MRI scan perut.
– Scan Hati dan limpa (jarang dilakukan).

Pemeriksaan fisik sirosis hepatis lainnya

Tes-tes lain juga dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis sirosis hepatis atau untuk mencari kemungkinan komplikasi. Ini termasuk:

1. Tes Biopsi hati.

Ini adalah satu-satunya tes yang dapat mengkonfirmasi sirosis dengan memonitor jaringan hati untuk mengungkap tanda-tanda peradangan.

2. Uji Paracentesis.

Tes ini dapat membantu mendiagnosa penyebab penumpukan cairan di perut (asites) atau untuk mencari infeksi dalam cairan (peritonitis bakteri spontan).

3. Uji endoskopi.

Untuk uji vena yang membesar (varises) dan perdarahan (varises perdarahan) di saluran pencernaan.

4. Tes ERCP

Tes ERCP (Endoskopi retrograde cholangiopancreatogram), untuk melihat ke dalam tabung saluran empedu yang mengalirkan cairan ke hati, pankreas, dan kantong empedu.

Tes ERCP hanya dilakukan jika dokter berpikir bahwa ada suatu kondisi yang disebut primary sclerosing cholangitis (PSC) mungkin menyebabkan sirosis hepatis.

5. Uji AFP

Uji AFP (Alpha-fetoprotein), untuk skrining kanker hati. Ini termasuk tes darah.

6. Uji amonia.

Tes ini mencari amonia berlebihan dalam darah, yang dapat menyebabkan fungsi otak berubah (ensefalopati hepatis).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Pemeriksaan Biopsi Hati Untuk Penyakit Liver Dan Sirosis Hati Apa Itu biopsi sirosis hati? Tes biopsi adalah sebuah prosedur diagnosis suatu penyakit organ dalam dengan mengambil ukuran kecil jaringan sebagai sample untuk diteliti di laboratorium dalam rangka menentukan penyebab dan pengobatan […]
  • Pemeriksaan Sirosis hati Dengan Tes Amonia Darah Tes amonia darah adalah sebuah parameter untuk mengukur tingkat amonia dalam darah. Amonia adalah hasil pemecahan protein oleh bakteri di usus. Amonia hasil pemecahan protein diubah menjadi zat urea oleh hati untuk dibuang melalui […]
  • Istilah Dan Kamus Sirosis hati Sirosis hati atau sirosis hepatis adalah bentuk penyakit liver kronis tahap akhir dimana hati menjadi tidak berfungsi dengan pembentukan jaringan parut dan nodul. Hati adalah salah satu organ terpenting tubuh kita. Ini adalah organ […]
  • Cek Darah Untuk Tes Fungsi Hati Tes fungsi hati adalah sebuah prosedur cek darah untuk menilai seberapa baik kondisi hati atau sistem dalam empedu Anda. Uji fungsi hati dengan tes darah ini benar-benar bisa mengukur seberapa baik hati atau sistem empedu bisa […]
  • Hubungan Antara Micin, MSG Dan Penyakit Liver Semua pasti tahu jika MSG adalah inisial dari monosodium glutamat, aditif penambah rasa yang dapat mengubah rasa makanan dari biasa menjadi sangat lezat; mengundang selera untuk mencicipi. Sayangnya, kebiasaan ini diklaim tak aman […]