Ligasi Varises Esofagus Dan Efek Sampingnya

Apa itu Ligasi Varises Esofagus? Beberapa metode pengobatan untuk varises esofagus dikenal dengan terapi endoskopik. Ada 2 metode dari endoskopi yaitu terapi ligasi dan skleroterapi endoskopi.

Ke dua terapi dimaksudkan untuk memblokade akses aliran darah ke varises. Dengan metode ini, pendarahan akibat pecahnya varises esofagus dapat di cegah.

Varises esofagus merupakan pembuluh darah abnormal yang membesar di dalam tabung panjang yang menghubungkan tenggorokan dan perut. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dengan penyakit liver kronis terutama sirosis hepatis.

Varises esofagus berkembang saat aliran darah normal ke hati tersumbat oleh gumpalan darah atau bekas luka di hati. Tubuh berusaha mengatasi penyumbatan secara alami dengan membuat pembuluh darah baru yg dikenal sebagai pembuluh kolateral.

Namun, darah yg mengalir ke pembuluh darah baru ini lebih kecil karena tidak dirancang untuk membawa darah dalam jumlah besar. Pembuluh darah ini bisa macet atau bahkan pecah, menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.

Sejumlah pengobatan dan terapi medis dapat membantu mencegah dan menghentikan perdarahan dari varises kerongkongan.

Terapi endoskopi varises esofagus

Pada orang yang memiliki sirosis hepatis, tekanan tinggi pada vena portal – pembuluh yang membawa darah dari usus ke hati (hipertensi portal) menyebabkan banyak masalah, terutama varises. Pecahnya varises merupakan komplikasi portal hipertensi yang sangat serius bagi penderita sirosis hepatis

Bagi orang yang memiliki sirosis hati dan varises pada stadium lanjut, terutama di kerongkongan, risiko perdarahan adalah tinggi karena pendarahan tidak terjadi hanya sekali, tetapi bisa berulang kali dengan risiko perdarahan lebih tinggi lagi.

Terapi endoskopi adalah metode pengobatan varises esofagus yang paling umum untuk mengatasi pendarahan varises akut dan kronis (berulang)

Dua bentuk terapi itu adalah:

1. Ligasi atau endoskopi varises banding
2. Skleroterapi endoskopik.

Ke dua terapi ini biasanya digunakan bersamaan dengan obat-obatan seperti beta-blocker dan vasokonstriktor.

Terapi ligasi varises esofagus

Pada terapi ligasi, dokter menggunakan tabung endoskopi untuk menempatkan cincin elastis seperti karet ke pembuluh darah yang membesar.

Sebuah pita karet elastis dilewatkan melalui overtube langsung ke varix atau varises untuk diberi banded. Setelah menyedot darah varises ke ujung endoskopi, gelang karet dipasang ke pembuluh abnormal tersebut.

Cara terapi ligasi

– Pada malam hari sebelum prosedur, Anda hanya makan makanan ringan dan tidak boleh makan atau minum setelah tengah malam.
– Anda akan diminta melakukan tes darah.
– Saat terapi ligasi, Anda akan diberi anestesi lokal di tenggorokan agar tidak merasa sakit saat prosedur ligasi.
– Anda juga diberi obat melalui jalur intravena untuk membantu rileksasi dan mencegah syok.
– Anda berbaring di sisi kiri dan akan dipantau tekanan darah, saturasi oksigen, denyut nadi dan EKG.
– Selama ligasi berlangsung, sebuah perangkat pendukung akan diletakkan di mulut, sebuah tabung hisap akan digunakan untuk membersihkan air liur dan cairan lainnya yg ada di mulut Anda.
Dokter kemudian akan menempatkan scope endoskopi ke mulut hingga ke tenggorokan dan masuk ke esofagus untuk memulai proses terapi ligasi.

Skleroterapi endoskopik varises esofagus

Selama skleroterapi endoskopik, bahan kimia yang disebut sklerosant akan disuntikkan langsung ke pembuluh darah yang membesar (varises) atau ke dinding kerongkongan di samping vena yang membesar tadi.

Zat ini akan menyebabkan pembengkakan pada lapisan dalam vena yang pada akhirnya akan menutup aliran darah. Bila vena tertutup, darah tidak bisa mengalir melewati varises, dan harus melewati jalur yang normal.

Skleroterapi endoskopik mungkin efektif untuk menghentikan pendarahan akut yang disebabkan oleh varises esofagus.

Efek samping

Ke dua terapi; ligasi dan skleroterapi endoskopik, memiliki efek samping namun jarang terjadi. Jika ada kejadian komplikasi, mungkin termasuk

– Infeksi.
– Luka tusuk di dinding kerongkongan (perforasi esofagus).
– Luka di kerongkongan (ulkus kerongkongan).
– Penyempitan kerongkongan (strik esofagus).
– Pneumonia aspirasi.

Beritahu dokter Anda jika terjadi hal-hal berikut seperti; Nyeri terus-menerus, pendarahan, buang air besar berdarah, sulit menelan makanan, mual dan muntah.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Transplantasi – Cangkok Hati Dan Efek Samping Apa itu transplantasi atau cangkok hati? Apa komplikasi atau efek samping dari cangkok hati? Kapan saya harus menjalani transplantasi hati? Darimana saya mendapatkan pendonor hati yang sehat sebagai bahan untuk cangkok hati? Apa yang […]
  • Pengobatan Hipertensi Portal Dan Efek Samping Salah satu prosedur untuk pengobatan hipertensi portal adalah membuat koneksi baru di antara dua pembuluh darah di hati dengan memasang kateter stent untuk menghindari kemacetan aliran - bisa diistilahkan dengan men jumper antara 2 […]
  • Pengobatan Asites Dengan Jarum Parasentesis Abdomen Sirosis hepatis dengan akumulasi cairan dalam perut atau asites pada tahap ringan bisa disembuhkan melalui diet rendah garam dan mengambil obat diuretik yang telah diresepkan oleh dokter. Namun, jika penumpukan cairan asites dalam […]
  • Pengobatan Sirosis Hepatis Sirosis hati bisa disembuhkan jika gejala didiagnosis lebih awal dan dilakukan pengobatan sejak dini sehingga kerusakan hati bisa diminimalkan dengan perawatan berdasar penyebab yang mendasari. Jadi, pengobatan sirosis hepatis lebih […]
  • Pruritus, Gatal- Gatal Di Kulit Badan Apa itu pruritus? Pruritus atau gatal kulit adalah sensasi gatal yang menjengkelkan dan tak terkendali yang membuat Anda ingin menggaruk untuk meredakan rasa, disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit liver, ruam kulit, alergi, dan […]