Patofisiologi Dan Mekanisme Asites

asites pada sirosis hepatis

Patofisiologi Dan Mekanisme Terjadinya Asites Pada Sirosis Hepatis. Fibrosis hampir terjadi pada semua jenis penyakit liver kronis dan akhirnya berkembang menjadi sirosis dengan pembentukan nodul. Pusat perkembangan fibrosis adalah aktivasi sel ito, sumber utama matriks ekstraselular.

AKtifitas sel ito menyebabkan akumulasi kolagen tipe I dan III di parenkim hati dan ruang Disse. Hasil deposisi kolagen dalam ruang Disse ini disebut kapilarisasi sinusoid, yaitu sebuah proses di mana sinusoid hati kehilangan karakteristik nya, sehingga mengubah pertukaran antara hepatosit dan plasma.

Dengan aktifitas tersebut, sel ito juga menjadi lebih kontraktil yang menjadi penentu utama peningkatan tekanan tinggi vena portal selama fibrosis. Tekanan darah tinggi dalam vena portal menyebabkan asites (penumpukan cairan dalam rongga peritoneal).

Asites juga disebabkan oleh produksi albumin terhambat dan tekanan osmotik menurun sehingga mencegah kembalinya cairan ke jaringan. Kondisi ini menyebabkan tekanan dalam perut, perut terisi cairan dan membuat sesak nafas.

Mekanisme terjadinya asites

Teori arteri perifer vasodilatasi mengatakan, hipertensi portal menyebabkan penurunan sirkulasi dan volume darah di arteri secara dramatis.

Selama penyakit berlangsung, eksitasi neurohumoral meningkat, ginjal mempertahankan natrium, dan volume plasma mengembang. Hal ini menyebabkan meluapnya cairan ke dalam rongga peritoneum (perut)

Asites adalah akumulasi cairan dari seluruh tubuh yaitu cairan natrium, protein (albumin) dan air ke rongga perut yang secara umum disebabkan oleh hipertensi portal, selebihnya akibat infeksi, inflamasi dan infiltrasi.

Pada sirosis hepatis, kebocoran cairan asites mulai dari permukaan hati, lalu ke usus dan kemudian terakumulasi dalam rongga peritoneal.

Faktor-faktor kebocoran ini disebabkan oleh kombinasi; hipertensi portal, retensi cairan oleh ginjal, perubahan berbagai hormon dan bahan kimia yang mengatur cairan tubuh; termasuk, kebocoran albumin dari pembuluh darah ke dalam perut.

Albumin adalah protein utama dalam darah yang bertugas membantu menjaga cairan agar tidak bocor keluar dari pembuluh. Namun, ketika albumin mengalami kebocoran dari pembuluh darah, cairan juga ikut bocor keluar.

Gejala Asites

Sejumlah kecil cairan asites dalam perut biasanya tidak menimbulkan gejala. Jumlah cairan sedang dapat meningkatkan ukuran pinggang seseorang dan menyebabkan penambahan berat badan.

Cairan asites dalam jumlah besar dapat menyebabkan pembengkakan perut (distensi) dan ketidaknyamanan, perut terasa kencang, dan pusar terdorong keluar.

Perut bengkak menempatkan tekanan pada perut, kadang-kadang menyebabkan hilangnya nafsu makan, dan tekanan pada paru-paru, kadang-kadang menyebabkan sesak napas.

Pada beberapa orang dengan asites, pergelangan kaki membengkak karena kelebihan cairan menumpuk di sana ( edema).

Edema perifer

Edema pada sirosis hepatis ditandai pembengkakan pada kaki yang berisi cairan, dan sering terjadi bersamaan dengan asites, dikenal sebagai edema perifer.

Edema pada sirosis hepatis disebabkan oleh hipoalbuminemia dan sebagai akibat dari ginjal yang menahan garam dan air.

Adanya atau tidak adanya edema pada penderita sirosis hepatis yang memiliki asites merupakan pertimbangan penting dalam pengobatan asites.

Pada pasien asites tanpa edema, diuretik harus diberikan dengan ekstra hati-hati. Diuresis (ekskresi urin yang diinduksi diuretik) yang terlalu agresif atau terlalu cepat dapat menyebabkan volume darah rendah (hipovolemia), berdampak menyebabkan gagal ginjal dan gagal hati.

Sebaliknya, untuk penderita sirosis hepatis dengan edema dan asites, ketika pasien mengalami diuresis, cairan edema di ruang interstisial berfungsi sebagai penyangga terhadap pengembangan volume darah rendah.

Pembatasan garam dan penggunaan diuretik dapat digunakan untuk mengurangi gangguan mekanis dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Tujuan terapi ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan garam dan air pada penderita sirosis yang memiliki asites dan edema.

Bagikan Pada Temanmu!