Mitos Dan Fakta Tentang Penyakit Liver

Mitos Dan Fakta Tentang Penyakit Liver Yang Berkembang di Masyarakat. Bila konsep tentang penyakit hati adalah menyimpang dari kebenaran, maka upaya untuk mencegah, mendeteksi dan mengobati penyakit menjadi terhambat.

Penyakit liver mempengaruhi orang-orang dari semua lapisan masyarakat, baik kalangan atas maupun bawah, menjadikan semakin banyak pula orang-orang yang ingin belajar banyak tahu tentang penyakit liver, baik kronis maupun akut.

Akan tetapi, kebanyakan dari kita hanya tahu sedikit tentang penyakit yang berpotensi membahayakan jiwa ini.

Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lebih luas, meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat merupakan bagian dari pendidikan.

Perlu diketahui, tingkat keparahan penyakit, itu bisa reversibel, ringan atau mudah diatur, atau bisa berkembang menjadi sangat parah dan fatal.

Beberapa bentuk penyakit liver ringan dapat dicegah, dan beberapa jenis dapat diobati secara efektif bila penyakit tersebut terdeteksi cukup dini.

Ada lebih dari 100 jenis penyakit hati, yang digolongkan menjadi beberapa kategori asal-muasal penyakit, yaitu:

1. Anomali genetik bawaan
2. Dari virus menular
3. Masalah autoimun
4. Gangguan metabolisme
5. Gaya hidup yang tidak sehat
6. Komplikasi dari penyakit lainnya
7. Terpapar zat beracun
8. Reaksi terhadap obat-obatan
9. Akibat dari sumber yang tidak diketahui

Sebagian jenis penyakit liver akan meningkat ke level parah yang tergantung pada seberapa banyak kerusakan hati yang telah terjadi.

Tahap awal penyakit melibatkan peradangan tanpa merusak sel hati secara keseluruhan. Namun, peradangan yang berlanjut dari waktu ke waktu akan melukai sel hati – terkadang permanen, sirosis hepatis adalah satu contoh kasus.

Sirosis hepatis adalah penyakit liver lanjutan dimana kerusakan sel hati yang parah. Kasus yang paling parah mengakibatkan kegagalan hati atau kanker hati.

Mitos dan fakta tentang penyakit liver yang Paling Umum dimasyarakat seperti paparan di bawah ini

1. Mitos : penyakit liver adalah konsekuensi dari alkoholisme

Fakta: Alk0hol hanya satu penyebab lebih dari 100 bentuk penyakit hati. Hepatitis alcoholik adalah radang hati yang sering ditemukan pada para pecandu alk0hol, tetapi juga terjadi pada orang yang nonalcohol.

Karena kondisi orang sangat bervariasi dalam cara hati mereka bereaksi terhadap alkoh0l, maka sulit untuk memprediksi siapa yang rentan terhadap hepatitis alcoholik.

2. Mitos: transplantasi hati menyembuhkan penyakit hati

Fakta: bagi mereka dengan bentuk penyakit hati yang paling parah, transplantasi hati dianggap sebagai pengobatan  terakhir

Namun, itu bukan obat. Bagi individu yang beruntung, transplantasi hati mungkin menyelamatkan nyawa.

Sayangnya, hasil ideal ini tidak selalu tercapai. Setelah transplantasi, tubuh mungkin menolak hati yang baru; atau hati baru tersebut dapat berubah kembali ke penyakit hati.

3. Mitos: Paparan obat-obatan tertentu bisa berisiko Hepatitis C (HCV)

Fakta: Hepatitis C adalah salah satu penyebab utama sirosis hepatis dan dapat diperoleh dari peralatan obat intravena yang terinfeksi. Meski, ada banyak sumber infeksi lainnya.

4. Mitos: perlemakan hati tidak ada yang perlu dikhawatirkan

Fakta: Diperkirakan 25 sampai 33 persen orang memiliki penyakit hati berlemak nonalkohol, sebagai konsekwensi perlemakan hati.

Meskipun tahap awal penyakit hati berlemak ini dapat dicegah dengan komitmen diet dan olahraga, namun kasus lanjutan dari hati berlemak dapat menyebabkan sirosis hepatis (pengerasan permanen dan penyusutan hati), kanker hati dan gagal hati.

5. Mitos: Hanya orang dewasa yang terkena penyakit hati

Fakta: Jutaan anak dirawat di rumah sakit setiap tahun karena penyakit hati atau gangguan pediatri.

Penyebab utama penyakit hati pada anak-anak adalah genetika (penyakit Wilson, defisiensi antitripsin alfa 1, tirosinemia), virus (Hepatitis A, B, C) dan penyumbatan pada aliran empedu dari hati (atresia bilier, sindrom alagil).

Selain itu, anak-anak obesitas memiliki risiko tinggi terkena fatty liver – penyakit hati berlemak.

Karena variabilitas dan treatability, penanganan penyakit liver umumnya bergantung pada seberapa cepat masalah diidentifikasi dan ditangani. Selain itu, kesadaran tinggi akan penyakit hati sangat penting bagi kesehatan masyarakat.

Setelah menyadari bahwa risiko penyakit hati tidak hanya bergantung pada usia, alkoholisme atau obat-obatan, dan memahami bahwa transplantasi hati mungkin belum tentu menyembuhkan penyakit…

Maka upaya untuk: mencegah, mendeteksi dan mengelola penyakit hati akan lebih realistis jika dilakukan sejak dini; selain meluruskan cara pandang dari masalah yang sedang berkembang di masyarakat sekarang ini.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!