Sirosis Hati – Hepatis

Sirosis Hati – Hepatis

Pengertian

Apa itu sirosis hepatis? Sirosis hepatitis atau sirosis hepatis adalah sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B atau virus hepatitis C, mengakibatkan peradangan hati, meninggalkan bekas luka, struktur hati mengeras, kemudian memblokir aliran darah di hati.

Definisi sirosis hepatis secara umum adalah penyakit liver kronis tahap lanjut yang disebabkan banyak hal, dimana terjadi interkoneksi antara deposito kolagen, pengerasan struktur hati dan pembatasan aliran darah di hati sehingga membentuk bekas luka, pada akhirnya memblokir seluruh akses darah.

Alasan umum sebagai penyebab sirosis hepatis adalah infeksi virus dari hepatitis B atau hepatitis C, karena itu disebut sebagai sirosis hepatitis atau sirosis hepatis. Virus hepa B dan C ini yang diakui WHO sebagai penyebab sirosis hepatis.

Beberapa pakar kesehatan menambahkan beberapa penyebab selain hepatitis, termasuk:penyalahgunaan alk0hol. penyakit hati berlemak non-alkoh0l, steato-hepatitis alk0h0l, obesitas, gangguan saluran empedu, kistik fibrosis, penumpukan zat besi dalam tubuh, gangguan autoimun dan beberapa penyakit genetik lainnya.

Bekas luka diistilahkan jaringan parut, dan jaringan parut ini akan membentuk fibrosa yang akan mengganti jaringan hati yang sehat, hingga mencapai seluruh lobulus hati.

Jaringan parut atau fibrosa yang terbentuk akan menggangu kinerja hati untuk

– Melindungi tubuh dari infeksi
– Memproduksi empedu untuk menyerap lemak
– Menghilangkan racun dari darah
– Menciptakan protein yang mengatur pembekuan darah
– Mengolah sesuatu seperti nutrisi, hormon dan obat-obatan.

Penyakit sirosis hepatis terjadi ketika jaringan parut menggantikan semua jaringan sel-sel yang sehat sehingga hati tidak bisa berfungsi dengan normal.

Sirosis hepatis merupakan penyakit liver jangka panjang yang kronis dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, tahap demi tahap sehingga Anda punya kesempatan untuk membalikkan keadaan dengan melakukan pencegahan dari komplikasi sirosis hepatis.

Hati adalah organ penting dalam tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk, di sisi kanan perut Anda. Hati juga berperan penting dalam pengaturan sirkulasi darah

Seseorang dikatakan memiliki penyakit sirosis hepatis, ketika jaringan parut yang terbentuk memblokir aliran darah yang melintasi seluruh hati.

Seiring waktu, hati tidak dapat bekerja dengan cara benar, dan dalam kasus parah, akan menyebabkan malfungsi hati atau gagal hati.

Sirosis hepatis mengacu pada penyakit hati di mana sel-sel normal digantikan oleh jaringan parut. Kondisi ini berakibat pada kegagalan hati untuk melakukan banyak fungsi untuk tubuh.

Hati memiliki banyak fungsi seperti memproduksi protein dan enzim. Hati juga terlibat dalam pengaturan kolesterol dan penyimpanan energi.

Hilangnya fungsi hati akibat sirosis menyebabkan kelainan pada kemampuan hati untuk menangani dan menetralisir pengaruh obat dan racun.

Hilangnya struktur hati yang normal akibat fibrosa juga mengganggu aliran normal darah melalui hati menyebabkan berbagai komplikasi.

Komplikasi akibat sirosis hepatis bisa serius termasuk perdarahan internal, gagal ginjal, gangguan mental, koma, akumulasi cairan dalam perut, mudah infeksi, dll.

Belum ada cara tepat untuk membalikkan keadaan jika sirosis hati sudah sangat parah, sehingga pengobatan difokuskan pada mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

Penderita sirosis hepatis harus berbicara dengan dokter mereka tentang obat yang dapat membantu mental, perawatan vitamin K untuk mengelola pembekuan darah, pil diuretik untuk mengurangi cairan dan antibiotik untuk mengurangi infeksi.

Perawatan lebih lanjut dapat mencakup endoskopi untuk mengurangi risiko pecahnya varises di tenggorokan, paracentesis untuk mengeluarkan cairan dari perut, dan perbaikan aliran darah di hati.

Prognosis sirosis hepatis

Kelangsungan hidup rata-rata keseluruhan pasien dengan sirosis hepatis kira-kira 10 tahun, namun prognosis ini bergantung pada stadium penyakit.

Empat tahapan telah diidentifikasi dan masing-masing dikaitkan dengan prognosis yang berbeda.

Prognosis Tahap 1

Sirosis hepatis tanpa varises esofagus atau tanpa asites memiliki tingkat mortalitas sekitar 1% per tahun.

Prognosis Tahap 2

Sirosis hepatis dengan varises esofagus (tanpa pendarahan) dan tanpa asites yang memiliki tingkat mortalitas sekitar 4% per tahun.

Prognosis Tahap 3

Sirosis hepatis dengan asites dengan atau tanpa varises esofagus (tanpa perdarahan) memiliki tingkat mortalitas kira-kira 20% per tahun.

Prognosis Tahap  4

Sirosis hepatis perdarahan varises akibat hipertensi portal dengan atau tanpa asites memiliki angka mortalitas 55%  per tahun (Data diambil dari https://online.epocrates.com)

Klasifikasi sirosis hepatis

Klasifikasi sirosis hepatis didasarkan pada kontributor yang menjadi pengembang penyakit, termasuk

1. Sirosis hepatis terkait Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit virus yang menyebabkan pembengkakan hati. Sekitar 20 persen sampai 25 persen orang yang menderita hepatitis C akan mengalami sirosis hepatis.

Orang yang mengkonsumsi alkoh0l dalam jumlah besar secara reguler, akan lebih cenderung mengembangkan hepatitis C dan sirosis hati.

2. Sirosis Hati Alk0holik

American Liver Foundation mengatakan bahwa sirosis alk0holik adalah jenis penyakit hati yang disebabkan minuman alko.

Resiko seseorang untuk mengembangkan sirosis hati meningkat dengan konsumsi alko yang berlebihan disamping ia juga memiliki hepatitis C.

3. Primary sclerosing cholangitis – PSC

Primer sclerosing cholangitis adalah penyakit radang empedu yang merusak dan menghalangi saluran empedu, menyebabkan pembentukan jaringan parut di hati dan penyempitan saluran empedu.

Semakin banyak jaringan parut, semakin besar penyempitan saluran empedu. Ketidakmampuan empedu untuk keluar dari hati menyebabkan kerusakan sel hati.

Jaringan parut yang terbentuk biasanya terus menyebar ke seluruh hati dan mengakibatkan sirosis hepatis

4. Sirosis Biliaris Primer

Sirosis biliaris primer (PBC) adalah penyakit autoimun kronis yang secara perlahan akan merusak hati. PBC mempengaruhi saluran empedu, menyebabkan peradangan. Peradangan berlebihan berakibat pada kerusakan saluran empedu, di mana duktus diganti dengan jaringan parut.

Etiologi sirosis hepatis

Secara etiologis, sirosis hepatis diawali dari penyakit hati kronis. Etiologi sirosis hepatis yang paling umum adalah hepatitis C kronis dan penyakit hati alk0holik, diikuti oleh penyakit hati berlemak nonalk0hol (steatohepatitis) dan hepatitis B kronis.

Etiologis sirosis hepatis lain yang kurang populer namun penting dicatat sebagai sejarah medis meliputi penyakit hati kolestasis, hepatitis autoimun, dan gangguan metabolik.

Bila etiologi sirosis tidak dapat ditentukan, atau tidak ditemukan, maka dianggap sebagai sirosis hepatis kriptogenik.

Jumlah kasus sirosis hepatis kriptogenik menurun secara signifikan karena banyak penyakit hati berlemak nonalk0hol yang tidak terdiagnosis, yang mendasari etiologi sirosis hepatis.

Manifestasi klinis sirosis hepatis

Sirosis hepatis didiagnosis secara histologis dengan beberapa manifestasi klinis termasuk  perkembangan hipertensi portal, pendarahan varises, adanya asites, edema di kaki atau gagal fungsi hati yang biasanya tidak dapat dipulihkan.

Defisiensi vitamin terutama vitamin A, C dan K terjadi karena gangguan fungsi pencernaan dan gangguan fungsi hati menyebabkan sirosis hepatis juga mengembangkan anemia.

Anemia dan status nutrisi yang buruk akan mengakibatkan kelelahan hebat yang mengganggu kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka.

Manifestasi klinis sirosis hepatis  lainnya adalah gangguan fungsi mental akibat ensefalopati hingga koma hepatikum yang terjadi akibat amonia larut ke aliran darah dan mencapai otak.

Penatalaksanaan sirosis hepatis

Pengobatan sirosis hepatis difokuskan pada penanganan penyebab, gejala, dan mencegah komplikasi karena sirosis hepatis sulit untuk disembuhkan.

Mengambil obat yang diresepkan dokter dan dan membuat perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menghentikan sirosis semakin parah atau setidaknya mengurangi risiko Anda terkena masalah kesehatan lebih lanjut.

Obat yang Anda butuhkan tergantung pada penyebab kerusakan hati secara spesifik, misalnya, jika Anda memiliki virus hepatitis, Anda mungkin diberi resep obat anti-virus.

Jika Anda menderita hepatitis autoimun, Anda mungkin diberi obat steroid (kortikosteroid) atau pengobatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh Anda (imunosupresan).

Diet rendah garam atau penggunaan tablet diuretik untuk mengurangi jumlah cairan asites di tubuh Anda.

Mengambil obat untuk mengurangi tekanan darah tinggi di pembuluh darah portal Anda.

Penggunaan krim untuk mengurangi rasa gatal akibat pruritus.

Perubahan gaya hidup untuk membantu diri Anda tetap sehat dan mengurangi kesempatan Anda untuk mengembangkan komplikasi lanjutan, termasuk

– Menghindari alk0hol,
– Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas
– Olahraga teratur
– Menjaga kebersihan untuk mengurangi peluang Anda terkena infeksi

Sirosis hati post nekrotik

Sirosis hati post nekrotik adalah suatu kondisi sirosis ditandai dengan nekrosis (kematian sel) yang melibatkan keseluruhan lobulus hati.

Dengan kolaps nya kerangka retikuler ini, akan membentuk bekas luka atau jaringan parut yang meluas; diikuti perluasan kerusakan sel akibat virus atau racun, atau akibat kekurangan gizi.

Jaringan parut yang meluas menyebabkan kegagalan fungsi hati diikuti oleh munculnya komplikasi sirosis, kondisi ini disebut sirosis hepatis post nekrotik dekompensata

Di daerah tropis, kekurangan gizi diyakini merupakan faktor penyebab utama (etiologi) dari sirosis hati post nekrotik.

Apapun penyebab dasarnya, semua tampaknya memiliki kesamaan kemampuan untuk penyebaran nekrosis yang melengkapi patogenesis sirosis hati postnekrotik.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • 5 Prinsip Dasar Penting Diet Hepatitis Pola penting Diet Hepatitis untuk penderita sirosis hepatis. Makna hepatitis adalah peradangan hati, dan diet anti hepatitis adalah sebuah pola makan didasarkan pada memilih makanan berdasar sifat biokimia, dimana antioksidan berperan […]
  • Khasiat Teh Hijau Untuk Terapi Fibrosis Dan Sirosis hati Daun teh hijau dianggap tanaman berkualitas sangat tinggi di seluruh dunia yang telah dikaitkan dengan beragam manfaat untuk kesehatan. Cari tahu, mengapa banyak penderita penyakit liver di seluruh dunia menjadi sangat tertarik untuk […]
  • Transplantasi – Cangkok Hati Dan Efek Samping Apa itu transplantasi atau cangkok hati? Apa komplikasi atau efek samping dari cangkok hati? Kapan saya harus menjalani transplantasi hati? Darimana saya mendapatkan pendonor hati yang sehat sebagai bahan untuk cangkok hati? Apa yang […]
  • Patofisiologi Dan Mekanisme Terjadinya Sirosis Hepatis Salah satu organ dalam tubuh kita yang mampu meregenerasi dirinya sendiri adalah hati. Hati yang normal akan mampu melakukan tugas regenerasi ketika terjadi kerusakan sel-sel. Namun, hati yang cacat akibat luka berulang menyebabkan […]
  • Splenomegali – Pembesaran Limpa Splenomegali adalah pembesaran limpa akibat beberapa kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan limpa mengalami infeksi dan membengkak. Apa itu limpa? Limpa adalah organ dalam tubuh yang merupakan bagian dari sistem kerja getah […]