Pengobatan Asites Dengan Jarum Parasentesis Abdomen

Sirosis hepatis dengan akumulasi cairan dalam perut atau asites pada tahap ringan bisa disembuhkan melalui diet rendah garam dan mengambil obat diuretik yang telah diresepkan oleh dokter.

Namun, jika penumpukan cairan asites dalam jumlah besar, diet dan diuretik gagal mengobati. Maka, ditempuh dengan jalur pengobatan lain yaitu prosedur parasentesis abdomen.

Apa itu parasentesis abdomen?

Parasentesis abdomen adalah salah satu prosedur pengobatan asites atau cara mengeluarkan cairan asites yang terakumulasi di perut (rongga peritoneal).

Cairan ini dikeluarkan dengan menggunakan jarum panjang dan tipis yang menembus perut, disebut jarum paracentesis.

Prosedur parasentesis juga digunakan sebagai parameter untuk pengambilan sample cairan asites. Setelah cairan diambil, kemudian dikirim ke laboratorium untuk dipelajari tentang penyebabnya, juga untuk mendeteksi ada atau tidaknya infeksi bakter spontan peritonitis

Parasentesis juga dapat dilakukan untuk pengobatan asites dengan membuang sejumlah banyak cairan untuk mengurangi tekanan perut atau rasa sakit pada sirosis hepatis atau penyakit liver kronis lainnya

Prosedur pengobatan

Sebelum Anda menjalani pengobatan asites melalui parasentesis, beritahu dokter Anda jika:

– Anda alergi terhadap obat-obatan, termasuk obat numbing (anestesi).
– Anda mengalami masalah pembekuan darah atau Anda sedang mengambil obat pengencer darah
– Anda saat ini sedang hamil.

Anda akan menjalani tes darah lainnya untuk memastikan bahwa Anda tidak mengalami masalah pendarahan atau pembekuan darah (hipokoagulasi, koagulopati: darah sulit membeku)

Anda akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan yang mengatakan bahwa Anda memahami risiko dan setuju untuk menyelesaikannya sebelum pengobatan di mulai.

Jika cairan asites yang akan dikeluarkan dalam jumlah banyak, Anda akan berbaring telentang dengan kepala terangkat.

Jika cairan yang akan dikeluarkan jumlah sedikit, anda bisa sambil duduk. Biasanya prosedur ini dilakukan saat pengambilan sample cairan.

Cara mengeluarkan cairan asites

Sebelum pengobatan asites dimulai, dokter akan menentukan letak situs perut. Situs perut adalah tempat dokter memasukkan jarum parasentesis yg sebelumnya akan dibersihkan dengan sabun khusus dan diberi handuk steril.

Kemudian, Dokter akan memasukkan obat warna kebiruan ke perut Anda. Setelah situs perut mati rasa, dokter akan memasukkan jarum parasentesis dengan pelan dan hati-hati agar tidak mengena pembuluh darah atau usus.

Biasanya, bantuan ultrasound (USG) dapat digunakan untuk membantu dan menunjukkan di mana letak cairan itu berada di perut Anda.

Jarum paracentesis biasanya dihubungkan dengan tabung kecil agar cairan mengalir ke dalamnya. Umumnya, sampai 4 liter cairan akan dikeluarkan.

Jika cairan yang akan dikeluarkan lebih banyak, Anda mungkin diberi cairan intravena (IV) melalui pembuluh darah lengan Anda. Cairan ini diperlukan untuk mencegah tekanan darah rendah atau syok.

Bila cairan asites telah habis dikeluarkan, jarum akan diambil dari perut dan bekas luka akibat parasentesis akan di perban.

Paracentesis memakan waktu sekitar 20 sampai 30 menit. Prosedur bisa memakan waktu lebih lama jika cairan yang akan dikeluarkan lebih banyak.

Parasentesis itu sakit nggak ya

Rasa ditusuk jarum parasentesis hampir seperti sengatan ketika Anda mendapat imunisasi di sekolah.

Bila jarum paracentesis dimasukkan ke dalam perut Anda, Anda mungkin merasakan sakit seperti ada tekanan benda kecil tajam menusuk perut.

Anda mungkin merasa sangat pusing jika sejumlah besar cairan dikeluarkan. Beritahu dokter Anda jika Anda merasa kurang sehat setelah prosedur pengobatan asites.

Efek samping parasenstesis

Ada kemungkinan namun sangat kecil bahwa jarum paracentesis bisa menusuk kandung kemih, usus, atau pembuluh darah di perut. Namun hal ini dicegah melalui monitor USG atau alat pemindai lainnya.

Jika sejumlah besar cairan dikeluarkan, ada kemungkinan kecil tekanan darah Anda turun ke tingkat rendah. Hal ini bisa menimbulkan syok.

Jika Anda mengalami syok, cairan infus atau obat-obatan, atau keduanya, dapat diberikan untuk membantu mengembalikan tekanan darah Anda kembali normal.

Ada juga kemungkinan kecil bahwa mengeluarkan cairan asites dari perut dapat mempengaruhi kinerja ginjal. Jika ini menjadi perhatian, dokter akan mencegah nya dengan pemberian cairan IV selama parasentesis.

Keluhan setelah parasenstesis

Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki:

– Demam, suhu badan lebih tinggi dari 38 ° C
– Sakit perut yang parah
– Ada darah di urin anda
– Pendarahan atau banyak cairan keluar dari situs (bekas jarum paracentesis)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Ligasi Varises Esofagus Dan Efek Sampingnya Apa itu Ligasi Varises Esofagus? Beberapa metode pengobatan untuk varises esofagus dikenal dengan terapi endoskopik. Ada 2 metode dari endoskopi yaitu terapi ligasi dan skleroterapi endoskopi. Ke dua terapi dimaksudkan untuk […]
  • Transplantasi – Cangkok Hati Dan Efek Samping Apa itu transplantasi atau cangkok hati? Apa komplikasi atau efek samping dari cangkok hati? Kapan saya harus menjalani transplantasi hati? Darimana saya mendapatkan pendonor hati yang sehat sebagai bahan untuk cangkok hati? Apa yang […]
  • Pengobatan Hipertensi Portal Dan Efek Samping Salah satu prosedur untuk pengobatan hipertensi portal adalah membuat koneksi baru di antara dua pembuluh darah di hati dengan memasang kateter stent untuk menghindari kemacetan aliran - bisa diistilahkan dengan men jumper antara 2 […]
  • Pengobatan Sirosis Hepatis Sirosis hati bisa disembuhkan jika gejala didiagnosis lebih awal dan dilakukan pengobatan sejak dini sehingga kerusakan hati bisa diminimalkan dengan perawatan berdasar penyebab yang mendasari. Jadi, pengobatan sirosis hepatis lebih […]
  • Pemeriksaan Biopsi Hati Untuk Penyakit Liver Dan Sirosis Hati Apa Itu biopsi sirosis hati? Tes biopsi adalah sebuah prosedur diagnosis suatu penyakit organ dalam dengan mengambil ukuran kecil jaringan sebagai sample untuk diteliti di laboratorium dalam rangka menentukan penyebab dan pengobatan […]