Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Sirosis Hati / Pengobatan Sirosis Hepatis

Pengobatan Sirosis Hepatis

/
/
/
img
0
(0)

Sirosis hati bisa disembuhkan jika gejala didiagnosis lebih awal dan dilakukan pengobatan sejak dini sehingga kerusakan hati bisa diminimalkan dengan perawatan berdasar penyebab yang mendasari.

Jadi, pengobatan sirosis hepatis lebih dititik beratkan pada diagnosis dini dan penanganan penyebab yang mendasari, karena dampak akhir dari penyakit adalah gagal hati yang tidak bisa diobati kecuali transpantasi hati.

Penting bagi pasien untuk berhenti dari kebiasaan diet tak sehat yang memicu peradangan hati, kemudian diresepkan obat-obatan oleh dokter untuk mencegah komplikasi dan kerusakan sel hati lebih lanjut.

Untuk pengobatan sirosis hepatis dan komplikasinya, berikut adalah prosedur pengobatan yang dilakukan dokter terkait kondisi penyakit Anda.

Pengobatan asites dan edema perifer

SIrosis hepatis mengembangkan asites dan edema. Asites (akumulasi cairan di perut) dan edema (retensi cairan di kaki) adalah beberapa komplikasi terkait penyakit sirosis hepatis. Kedua kondisi ini bisa juga diobati dengan diet rendah sodium (garam).

Namun dalam kasus yang parah, cairan asites akan dikeringkan atau dihapus, mungkin butuh operasi semisal pengambilan cairan melalui prosedur parasentesis.

Asites tahap ringan bisa diobati dengan obat-obat diuretik untuk meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Ketika obat diuretik gagal atau tidak bisa membalikkan keadaan, cairan asites dapat langsung ditarik keluar melalui jarum yang dimasukkan ke dalam rongga peritoneum (jarum parasentesis).

Pengobatan hipertensi portal

Ciri khas dari sirosis hepatis adalah tekanan darah tinggi di vena portal. Obat hipertensi (tekanan darah tinggi) biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengontrol tekanan dalam pembuluh darah di sekitar hati.

Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah pendarahan akibat pecahnya varises. Dalam beberapa kasus yang parah, sebuah stent pembedahan mungkin akan ditempatkan di vena portal.

Anda mungkin direkomendasikan menjalani pengobatan melalui prosedur TIPS (Transjugular intrahepatik portosystemic shunt), yaitu membuat jalur vena baru di antara dua pembuluh darah di hati Anda

Pengobatan untuk varises esofagus

Pengobatan sirosis hepatis dengan varises esofagus mungkin memerlukan prosedur yang disebut endoskopi varises ligasi di mana sebuah cincin karet diposisikan dan dikondisikan untuk mencegah perdarahan akibat pecahnya varises.

Perdarahan varises yang aktif diobati dengan transfusi darah, prosedur endoskopi, dan obat intravena (octreotide) untuk menurunkan aliran darah varises.

Pasien sirosis hepatis yang sering dan berulang-ulang mengalami perdarahan varises mungkin memerlukan operasi atau penyisipan sebuah stent dari prosedur TIPS (transjugular intrahepatic portosystemic shunt). Prosedur ini sama seperti pengobatan hipertensi portal.

Pengobatan untuk Infeksi bakteri spontan

Bakteri spontan biasanya menginfeksi penderita sirosis hepatis yang memiliki asites. Pasien akan diberi antibiotik, dan beberapa perawatan lainnya.

Skrining untuk kanker hati

Pasien sirosis memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker hati. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah rutin dan scan pencitraan.

Pengobatan ensefalopati hepatik

Ensefalopati hepatik merupakan ancaman bagi otak karena tingkat racun tinggi seperti amonia akan menumpuk dalam darah kemudian menumpuk di otak.

Pengobatan sirosis hepatis dengan ensefalopati hepatik bertujuan untuk menetralkan kadar toksin dalam darah yang berlebihan.

Ensefalopati sering dikelola dengan laktulosa, obat yang diasup rutin setiap hari untuk mengurangi produksi amonia.

Selain itu, antibiotik juga mungkin akan diresepkan dokter untuk menurunkan jumlah bakteri amonia yang aktif dalam usus.

Transplantasi hati

Jika sirosis hepatis lebih maju dan ada indikasi gagal hati (malfungsi hati) pasien mungkin memerlukan transplantasi hati. Penggantian dari hati yang tak berfunsi atas organ hati yang sehat berasal dari pendonor.

Transplantasi hati adalah pilihan terakhir ketika komplikasi sangat tidak terkontrol dan risiko kematian lebih tinggi ketimbang risiko operasi.

Mengingat sifat ireversibel dari penyakit sirosis hepatis dan pengobatan yang sulit, penanganan dan penyembuhan sirosis hati ditempatkan pada mencegah perkembangan sirosis secara umum atau menghentikan perkembangan penyakit sedini mungkin.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :