Sirosis Hati Bisa Menular Dan Anda Bisa Tertular Jika Terinfeksi Virus…

Bagaimana cara penularan sirosis hati? Jika Anda bertanya, apakah sirosis hati menular atau tidak? Maka jawaban terbaik adalah, cara penularan sirosis hepatis tergantung dari penyebab yang mendasari.

Ada 2 kriteria untuk menjelaskan hal ini, sirosis hepatis menular dan tidak menular karena penyakit ini disebabkan oleh banyak hal.

Sirosis hati adalah penyakit menular

Anda bisa tertular sirosis hepatis jika Anda kontak dengan penderita sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B atau C.

Cara penularan sirosis hepatis

Sirosis hepatis menular melalui infeksi virus hepatitis. Virus hepatitis bisa hidup dalam darah, air mani, dan beberapa cairan tubuh lainnya. Anda bisa tertular ketika berhubungan s3ks dengan seseorang yang terinfeksi.

Anda juga bisa tertular ketika bertukar dengan pisau cukur atau sikat gigi dengan seseorang yang menderita hepatitis.

Anda juga bisa terkena dampak ketika Anda berbagi jarum suntik untuk menyuntikkan sesuatu ke tubuh Anda.

Ibu dengan sirosis hati akibat hepatitis, juga bisa menularkan penyakit untuk bayi nya.

Cara mencegah penularan

Penularan sirosis hepatis dicegah dengan menghindari infeksi. Ada vaksin yang mencegah perkembangan virus hepatitis B, namun saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis C.

Semua anak dibawah 19 th direkomendasikan mendapatkan vaksin hepatitis. Orang dewasa pun harus mendapatkan vaksinasi jika mereka bepergian ke negara atau wilayah di mana terjadi wabah penyakit.

Hindari kontak langsung dengan penderita: jangan bertukar sikat gigi, pisau cukur, tukaran baju, tukaran air minum, wadah bekas makanan, tukaran air liur, ciuman, transfusi darah, memakai jarum suntik bekas penderita, dll.

Gejala dan tanda-tanda tertular

Beberapa tanda-tanda dan gejala penularan pada 3 bulan setelah Anda terinfeksi, yang ditandai

– Demam
– Kelelahan
– Mual, muntah, atau nyeri di perut Anda
– Urin gelap atau berak berwarna gelap
– Sakit di persendian
– Menguning kulit atau mata Anda – penyakit kuning

Pada gejala terinfeksi virus hepatitis B, terkadang gejalanya ringan dan bertahan hanya beberapa minggu.

Bagi beberapa orang tertentu, virus ini akan menetap dalam tubuh dan menyebabkan sirosis hepatis.

Pada virus hepatitis C, sekitar 25% orang yang terinfeksi virus akan hilang sendiri tanpa pengobatan.

Dalam kasus lain, virus akan bertahan bertahun-tahun dan merusak hati, akhirnya Anda tertular penyakit sirosis hati.

Kapan saya mengunjungi dokter?

Karena Anda mungkin tidak memiliki gejala setelah terinfeksi, jangan menunggu sampai Anda merasa gejala sakit.

Hubungi dokter jika Anda merasa telah mengalami salah satu situasi dari gejala penularan virus hepa seperti point-point di atas.

Sirosis hati bukan penyakit menular

Sirosis hepatis bukan penyakit menular dan Anda tidak bisa tertular jika penyebab penyakit adalah bukan virus.

Ada banyak penyebab yang mendasari, cari tahu dan pelajari supaya Anda tidak salah memahami.

Pertama sirosis adalah kata sifat yang berarti adalah jaringan parut hati atau bekas luka (perbaikan luka namun menyisakan bekas atau parut).

Jaringan parut ini terbentuk akibat

– Penyalahgunaan alkohl, ini adalah penyebab paling sering. Sekitar sepertiga dari semua peminum berat akhirnya akan mengalami sirosis, dan sisanya mungkin menderita penyakit hati lain.
– Penyakit Wilson, penumpukan tembaga di hati, otak, ginjal, dan mata.
– Cystic fibrosis, penumpukan lendir di paru-paru, hati, pankreas, dan usus.
– Hemokromatosis, penumpukan zat besi di hati dan organ lainnya.
– Sirosis empedu, penyumbatan atau pembengkakan saluran empedu
– Gangguan penyimpanan glikogen, suatu penyakit yang mencegah tubuh menggunakan gula dengan benar.
– Reaksi terhadap obat, toksin lingkungan, atau penyalahgunaan inhalan.
– Dll

Beberapa penyebab sirosis di atas adalah tipe sirosis hati tidak menular dengan cara apapun, dan Anda tidak bisa tertular melalui apapun, baik s3ks, bertukar pisau cukur, tatoo, transfusi darah, bertukar alat suntik, dll.

Kunjungi dokter untuk mendapat informasi lebih akurat terkait penularan sirosis hepatis untuk meningkatkan waspada dari penyakit berbahaya ini.

Apakah Sirosis Hati Bisa Menular Melalui Air Liur

HCV atau virus hepatitis C adalah penyakit menular dan merupakan salah satu penyebab penyakit sirosis hepatis nonalkoh0l yang paling umum saat ini.

Diyakini bahwa virus HCV bisa ditularkan melalui kontak darah. Namun, ada indikasi cara penularan lain yaitu melalui air liur, dan menjadi salah satu alasan bahwa sirosis hati bisa menular lewat air liur.

Sebagai penyakit menular, konsentrasi virus HCV dalam setetes darah secara eksponensial lebih mungkin untuk cepat menular dibanding konsentrasi virus HIV dalam setetes darah dari orang yang terinfeksi.

Kasus penularan ini menjelaskan betapa penting menghindari sesuatu yang mungkin tercemar meski hanya setitik darah.

Pada hampir separuh kasus sirosis hepatis akibat virus hepatitis C, individu yang terinfeksi belum tentu dapat mengidentifikasi darimana sumber infeksi mereka.

Meskipun diyakini bahwa sebagian besar kasus penularan disebabkan oleh kontaminasi darah, namun ada mode transmisi atau penularan virus HCV yang tidak diketahui.

Dan salah satu cara penularan yang sulit diketahui itu adalah penularan melalui air liur (saliva), dimana ini adalah satu cara potensial untuk penularan virus HCV.

Penularan Sirosis Hati Melalui Infeksi Virus HCV

Virus HCV adalah virus yang sangat kecil, lebih kecil dari satuan cahaya, partikel virus tidak memiliki warna.

Pada orang-orang yang terinfeksi, virus HCV dapat memproduksi sekitar satu triliun partikel virus baru untuk setiap hari.

Tidak seperti banyak virus lain (seperti HIV), dalam setiap sumber potensial partikel darah mampu membawa penularan virus HCV.

Ini adalah sebuah kenyataan, meskipun sumbernya tidak secara langsung, seperti pisau cukur bekas, virus HCV jauh lebih mungkin untuk menular ketimbang virus lain yang dibawa darah.

Tingat penularan virus HCV memiliki tujuh kali lebih untuk menular daripada virus HIV.

Bukti penelitian bahwa sirosis hepatis menular melalui Air liur

Orang dengan sirosis hati akibat HCV kronis disarankan untuk tidak berbagi sikat gigi, pisau cukur, pemotong kuku atau barang pribadi lainnya yang mungkin memiliki kontak darah dengan orang-orang sekitar.

Meskipun hanya ada sedikit air liur, ini adalah kendaraan bagi virus untuk menular, sesuai dengan beberapa bukti ilmiah dibawah ini, mungkin terjadi silang pendapat

1. Penularan virus melalui sikat gigi.

Seperti yang diterbitkan dalam Journal of Viral Hepatitis edisi September 2006, periset Jerman menyelidiki transmisi virus HCV melalui sikat gigi.

Sebuah tim dari Universitas Regensburg meneliti 30 pasien dengan HCV untuk mengetahui apakah mereka telah mencemari sikat gigi mereka dengan virus tersebut.

Peneliti mengumpulkan sampel air liur dari pasien yang terinfeksi sebelum dan sesudah menyikat gigi.

Angka menunjukkan bahwa 30 persen pasien yang terinfeksi dinyatakan positif terkena jejak virus dalam air liur mereka sebelum menyikat gigi, sementara 38 persen diuji positif dalam air liur mereka setelah menyikat gigi.

Selain itu, sekitar 40 persen air yang digunakan untuk membilas sikat gigi yang terinfeksi terbukti positif terkena virus.

Informasi ini mengkonfirmasikan peringatan bahwa sirosis hepatis bisa menular melalui air liur dari kontak sikat gigi antara penderita ke orang-orang sekitar.

2. Penularan virus melalui penyakit gusi atau gigi.

Pada bulan September 2003, bukti bahwa air liur merupakan media penularan karena mengandung virus HCV telah diungkapkan pada Konferensi Interscience tentang Agen Antimikroba dan Kemoterapi.

Para ilmuwan dari University of Washington di Seattle menyimpulkan bahwa sementara air liur mungkin menular, prediktor kuat kehadiran virus dalam air liur adalah viral load serum.

Periset menemukan bahwa virus bisa menular melalui air liur jika viral load serum dari orang tersebut di atas satu juta.

Periset menambahkan bahwa risiko tertular infeksi melalui kontak air liur jika penderita juga mendapat penyakit gusi.

Peneliti ​​mengaitkan risiko ini dengan jumlah mikroskopis darah dalam air liur dan luka mulut terbuka yang tidak terdeteksi secara visual hadir dalam penyakit gusi.

Kesimpulan

Meskipun terjadi silang pendapat dari beberapa penelitian tersebut, semua kemungkinan harus dipertimbangkan dan bisa diambil pelajaran utuk lebih berhati-hati karena kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana sumber infeksi dan proses penularan itu terjadi.

Walaupun kemungkinan kecil, virus penyebab sirosi hati ini telah terdeteksi dalam air liur, situasi ini memungkinkan bahwa penularan bisa melalui ciuman atau melalui pembagian sikat gigi.

Sebelum Anda panik mendapat informasi dari risiko potensial ini, ingatlah bahwa ada 2 kondisi penting yang menyertai kemungkinan tertular penyakit, yaitu:

–  Penderita bisa menularkan penyakit jika memiliki viral load serum setidaknya lebih dari satu juta.
– Kedua pihak memiliki penyakit gusi, atau penyakit gigi.

Meskipun beberapa para ahli lain menilai bahwa risiko penularan penyakit melalui air liur adalah sangat rendah, dianjurkan untuk menjaga kebersihan mulut dengan baik, dan jangan tukaran sikat gigi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.2 / 5. Vote count: 125

Bagikan Pada Temanmu!