9 Komplikasi Sirosis Hepatis Dan Penjelasannya

9 Komplikasi Sirosis Hepatis Dan Penjelasannya

9 Komplikasi Sirosis Hepatis – Sirosis Hati Stadium Dekompensata. Sirosis hepatis tahap lanjut mempengaruhi hampir setiap fungsi tubuh, termasuk fungsi pencernaan, hormonal, dan sistem peredaran darah yang disebut sirosis hati stadium dekompensata, meningkatkan risiko komplikasi serius seperti asites, pendarahan varises, infeksi bakteri SPB, hipertensi portal, kerusakan otak, kanker hati, hingga gagal jantung.

Tingkat mortality hampir 85% terjadi setelah pasien mengalami komplikasi serius dari sirosis hepatis yang terjadi dalam kurun waktu kurang 5 tahun.

Komplikasi sirosis hepatis paling serius adalah hipertensi portal (peningkatan tekanan dalam vena portal yang membawa darah dari usus ke hati), yg terhubung dengan:

– Asites, penumpukan cairan di perut
– Varises dan perdarahan, perdarahan gastrointestinal di perut dan esofagus kerongkongan akibat pembuluh darah pecah.
– Infeksi bakteri spontaneus peritonitis, merupakan bentuk peritonitis (radang selaput yang melapisi perut), menginfeksi cairan asites.
– Infeksi bakteri lainnya, karena penderita rawan dengan masuknya bakteri.
– Ensefalopati hepatik (kerusakan otak), fungsi otak terganggu akibat hati tidak dapat mendetoksifikasi zat beracun.
– Kanker hati, merupakan risiko komplikasi jangka panjang yang serius dari sirosis hepatis.

Berikut deretan komplikasi sirosis hepatis yg perlu Anda ketahui

1. Asites

Asites adalah penumpukan cairan di rongga perut yang dapat mengganggu pernapasan dan fungsi organ tubuh lainnya. Asites disebabkan oleh kombinasi dari hipertensi portal (tekanan tinggi di dalam pembuluh darah hati) dan tingkat albumin yang rendah.

Albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati. Meskipun asites itu sendiri belum tentu berakibat fatal, namun kondisi ini merupakan pertanda bahwa komplikasi sirosis sedang berlangsung.

Asites biasanya diikuti sindrom hepatorenal, yaitu ketika ginjal secara drastis mengurangi aliran darah untuk mereka sendiri sebagai tindak respon karena terjadi perubahan aliran darah dalam hati.

Ini adalah komplikasi sirosis hati yang serius, bisa mengancam jiwa bagi pasien sirosis tahap akhir ketika dia mengalami asites.

Gejala asites termasuk urin berwarna gelap disertai pengurangan volume urin, kulit kekuningan (penyakit kuning), pembengkakan di perut, perubahan mental (seperti kebingungan), perilaku kasar karena gangguan mental, gerakan otot kasar dan kaku, mual, dan muntah.

2. Pendarahan varises

Salah satu konsekuensi paling serius dari komplikasi sirosis hepatis adalah pecahnya varises, vena membesar sebagai jalur alternatif darah dialihkan dari hati.

Pada kebanyakan pasien, varises membentuk di kerongkongan (varises esofagus) dan di perut (varises usus).

Varises menimbulkan risiko tinggi untuk pecah dan berdarah karena mereka berdinding tipis, alur memutar, dan mudah pecah jika terjadi tekanan tinggi.

Pendarahan varises pada usus adalah kondisi yang mengancam jiwa pasien. Gejala termasuk muntah darah, atau tinja berwarna hitam seperti ter.

3. Infeksi bakteri spontaneous peritonitis

Bakteri spontaneous peritonitis adalah bakteri yang menginfeksi di cairan asites, merupakan ancaman bagi kehidupan penderita.

Gejala utama meliputi kebingungan dan perubahan status mental. Kadang penderita sering mudah untuk demam, menggigil, dan sakit perut.

4. Ensefalopati hepatis

Gangguan mental adalah kejadian umum pada sirosis hepatis stadium dekompensata. Pada kasus yang parah, penyakit ini menyebabkan ensefalopati hepatik (gangguan atau kerusakan pada fungsi otak), dengan gejala termasuk gangguan mental, kebingungan, koma hingga mortality.

Ensefalopati hepatis disebabkan oleh penumpukan racun berbahaya dalam darah yg terpusat di usus, terutama zat amonia, yang kemudian menumpuk di otak.

Ensefalopati hepatis bisa dipicu oleh berbagai kondisi yang berbeda termasuk pendarahan, infeksi, sembelit, dan dehidrasi.

Gejala awal Ensefalopati hepatis termasuk pelupa, kesulitan merespon dan berkonsentrasi. perubahan mendadak mental pasien termasuk agitasi atau kebingungan.

Gejala lain termasuk mulut berbau buah dan tremor. Gejala tahap akhir dari Ensefalopati hepatis adalah pingsan dan akhirnya koma.

5. Kanker hati

Orang dengan penyakit sirosis hepatis memiliki peningkatan risiko komplikasi untuk karsinoma hepatoseluler, sejenis kanker hati.

Hepatitis B dan C, dan semua penyebab sirosis merupakan faktor risiko utama untuk kanker hati.

Sirosis hati akibat hepatitis C adalah penyebab utama karsinoma hepatoseluler, sedangkan sirosis hati yang disebabkan hepatitis B adalah penyebab mortalitas berhubungan dengan kanker hati.

6. Gagal ginjal.

Hipertensi portal dapat menyebabkan beberapa komplikasi sekunder, termasuk gagal ginjal.

7. Osteoporosis.

Banyak pasien dengan sirosis hepatis mengembangkan osteoporosis, penyakit tulang keropos.

Osteoporosis adalah suatu kondisi yang ditandai oleh hilangnya kepadatan tulang, penipisan jaringan tulang, dan meningkatkan kerentanan terhadap patah tulang.

8. Resistensi insulin dan Diabetes Tipe 2.

Sirosis menyebabkan resistensi insulin, penyebab utama pada diabetes tipe 2.

Selama resistensi insulin berlangsung, kondisi ini menyebabkan kelebihan glukosa dalam darah, yang menyebabkan diabetes tipe 2.

Hubungan sirosis hepatis dengan diabetes tipe 2 adalah terkait penyebab penyakit sirosis, yaitu penyakit hati berlemak nonalk0hol atau NASH – NAFLD

9. Gagal jantung.

Sirosis hepatis juga dapat meningkatkan komplikasi lain seperti gagal jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya

Baca penjelasan lebih lengkap tentang komplikasi sirosis hepatis

9 Komplikasi Sirosis Hepatis Dan Penjelasannya
5 (100%) 1 vote[s]

Artikel Terkait

Bagikan Ke Temanmu: