Sirosis Hepatis Kompensata Dan Dekompensata

Sirosis Hepatis Kompensata Dan Dekompensata

Apa itu Sirosis Hepatis Kompensata Dan Dekompensata. Sirosis hepatis dibagi menjadi dua fase utama yaitu sirosis hepatis kompensata dan sirosis hepatis dekompensata. Cari tahu mengenai definisi dan perbedaannya di sini.

Apa Perbedaan sirosis hepatis kompensata dan dekompensata?. Perbedaannya, pada sirosis kompensata, sebagian hati masih menjalankan fungsinya dengan baik meskipun gangguan muncul akibat pembatasan aliran darah di hati.

Sedangkan pada sirosis hepatis dekompensata, hati sudah tidak bisa berfungsi akibat jaringan parut yang meluas mencapai seluruh bagian lobulus hati, memblokir sirkulasi darah, menyebabkan komplikasi serius yang membahayakan kehidupan penderita.

Sirosis hati kompensata kadang-kadang disebut sirosis tahap awal, sedangkan sirosis hati dekompensata disebut juga sirosis tahap lanjutan atau akhir, atau sirosis hati stadium akhir.

Seorang penderita penyakit liver yang tidak ada bukti klinis dari gejala sirosis hati dikatakan memiliki sirosis hepatis kompensata.

Sedangkan, seorang pasien penyakit liver kronis yang menampakkan bukti klinis gejala sirosis hati dikatakan dia memiliki sirosis hepatis dekompensata.

Sirosis hepatis kompensata

Sirosis kompensata adalah penyakit liver pra dekompensata yang menandakan bahwa sebagian hati masih berfungsi untuk menjalankan tugas metabolis meskipun jaringan parut melebar namun belum mencapai keseluruhan lobulus.

Banyak penderita mengalami sirosis kompensata dengan sedikit atau tanpa gejala dan mereka dapat hidup selama bertahun-tahun tanpa komplikasi serius.

Tetapi penting untuk diingat, meskipun perkembangan penyakit sirosis hati pada fase kompensata tidak bersifat linear; artinya, percepatan proses penyakit sangat kritis sehingga sangat penting bagi penderita untuk mengambil langkah pengobatan yang tepat.

Tujuannya, mencegah fase dekompensata dan untuk memastikan bahwa mereka menerima perawatan medis yang tepat, mencakup pengobatan kanker hati atau terapi HCV untuk membantu memperlambat atau menghentikan proses perkembangan penyakit.

Tanda-tanda awal dari sirosis hati fase kompensata mungkin termasuk:

– kelelahan atau kehilangan energi
– Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
– Mual atau sakit perut
– Kulit terlihat spider angioma atau spider nevi – seperti laba-laba merah yang tampak pada kulit, bintik-bintik merah seukuran pembuluh darah kecil namun memancar.

Sirosis Hepatis Dekompensata

Sirosis hepatis dekompensata adalah tahap lanjut dari sirosis kompensata dimana jaringan parut telah menyebar luas dan parah, menyebabkan hati mulai gagal menjalankan fungsinya.

Tanda-tanda dan ciri-ciri fisik dari penderita penyakit liver kronis yang telah masuk fase sirosis hati dekompensata adalah sebagai berikut

1. Hiperbilirubinemia

Hati yang telah rusak menghasilkan produk sampingan yang disebut bilirubin. Sebuah hati yang normal dapat memetabolisme bilirubin, tapi hati yang gagal fungsi tidak bisa menjalankan tugas ini.

Semakin lama bilirubin akan menumpuk di tubuh, bilirubin menyebabkan menguningnya kulit dan mata, yang disebut penyakit kuning atau hiperbilirubinemia, juga dikenal sebagai ikterus.

2. Hipertensi portal

Perubahan kulit lain yang terkait dengan sirosis dekompensata termasuk kemerahan pada telapak tangan, pemutihan dari kuku dan insiden gatal-gatal terjadi karena kegagalan empedu dalam menangani racun.

Selama hati gagal fungsi, pembesaran vena sering terjadi karena darah tidak dapat mengalir dengan mudah melalui hati akibat terhalang jaringan parut, menyebabkan darah macet, ini disebut hipertensi portal.

Vena yg membengkak karena menampung cadangan aliran darah, bisa terlihat di bawah kulit dikenal sebagai varises.

2. Spider nevi

Pada sirosis hepatis, pembuluh darah kecil berwarna merah juga terlihat di permukaan kulit tubuh bagian atas atau wajah disebut spider nevi atau spider angioma karena mereka menyerupai laba-laba warna merah.

Sirosis hepatis adalah penyakit utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Spider angioma atau spider nevi adalah tanda umum dari sirosis hati.

Penampakan Ini sering muncul dalam kasus sirosis-alk0holik atau ketika fungsi hati memburuk dan juga terkait dengan pendarahan varises esofagus. Namun, penyebab pasti masih belum jelas.

Hipertensi portal memungkinkan pertumbuhan pembuluh darah baru (kolateral) yang memainkan peran dalam neovaskularisasi dan pembentukan spider nevi pada pasien dengan sirosis hepatis.

3. Asites

Gejala tidak nyaman dari sirosis dekompensata adalah distensi abdomen dimana perut membengkak berisi cairan – suatu kondisi yang disebut ascites.

Hipertensi portal menyebabkan cairan menumpuk di perut. Hal ini juga dapat menyebabkan fungsi ginjal memburuk, yang selanjutnya memberikan kontribusi untuk edema.

4. Gangguan pencernaan

Di fase dekompensata, gejala muncul akibat gangguan sistem pencernaan yg ditandai mual, muntah dan penurunan nafsu makan.

Perubahan tinja pun bisa terjadi, termasuk tinja mengandung lemak. Tinja yang berdarah atau hitam biasanya menunjukkan perdarahan usus karena pembuluh darah varises dalam saluran usus mengalami tekanan hebat sehingga pecah.

5. Masalah pembekuan darah – koagulopati

Komplikasi berkembang sangat serius dan jaringan parut di hati sangat cepat menyebar luas di seluruh lobulus, terutama jika sirosis yang disebabkan hepatitis C.

Sirosis hati dekompensata akibat hepatitis C dapat menyebabkan masalah pembekuan darah. Ada penurunan produksi pembekuan darah oleh hati. Hal ini membuat darah sulit membeku atau berhenti jika terjadi perdarahan secara spontan.

6. Anemia

Selain itu, timbunan darah dari hati menyebabkan limpa membengkak dan mempertahankan trombosit (komponen lain dari darah yang membantu penggumpalan).

Kondisi ini semakin menambah masalah dalam kasus pendarahan. Pembengkakan limpa juga menahan sel-sel darah merah sehingga menyebabkan anemia.

7. Varises esofagus dan varises usus

Orang dengan sirosis hati dekompensata mungkin memiliki ciri-ciri seperti memar, bintik ungu atau merah kecil akibat perdarahan di bawah kulit.

Mimisan dan perdarahan dari varises esofagus (tenggorokan) atau usus sangat berbahaya untuk penderita yang gagal hati.

8. Ensefalopati hepatik

Hati yang gagal fungsi tidak dapat menyaring dan mendetoksifikasi darah secara normal sehingga zat-zat beracun terakumulasi dalam aliran darah.

Salah satu zat beracun adalah senyawa yang disebut amonia. Kelebihan amonia dan racun lainnya dalam darah mengganggu fungsi otak yang normal. Kondisi ini disebut ensefalopati hepatik.

Ensefalopati hepatis yang memburuk bisa merubah kepribadian, kebingungan dan bahkan berperilaku keras, agresif atau aneh. Dalam keadaan paling parah, orang dengan ensefalopati hepatik bisa masuk ke dalam koma.

9. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan dapat terjadi karena terjadi pengurangan massa otot-otot di lengan, kaki dan wajah perlahan-lahan dapat terlihat secara fisik.

Di sisi lain, asites- penumpukan cairan dalam jaringan tubuh dan perut – dapat menyebabkan kenaikan berat badan tiba-tiba.

Jika beberapa cairan ekstra ini terkumpul di dalam paru-paru (asites paru-paru) akan menekan paru-paru sehingga penderita mengalami sesak napas.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Urin Berwarna Kuning Gelap Tanda Liver Anda Bermasalah Penyakit liver menjadi salah satu masalah umum di masyarakat serba modern sekarang ini, namun hanya sedikit gejala yang dapat dikenali. Jika Anda tidak memahami arti kecil sebuah tanda, hanya sedikit perubahan warna urin , ini menjadi […]
  • Ciri-Ciri Fisik Sirosis Hepatis Dan Pembahasan Lengkap Ciri-Ciri Fisik Sirosis Hepatis Dan Pembahasan Lengkap. Secara umum, ada 4 ciri-ciri penderita sirosis hepatis, yaitu 1.  Urin Berwarna Kuning Gelap Penyakit liver menjadi salah satu masalah umum di masyarakat serba modern […]
  • Pemeriksaan Biopsi Hati Untuk Penyakit Liver Dan Sirosis Hati Apa Itu biopsi sirosis hati? Tes biopsi adalah sebuah prosedur diagnosis suatu penyakit organ dalam dengan mengambil ukuran kecil jaringan sebagai sample untuk diteliti di laboratorium dalam rangka menentukan penyebab dan pengobatan […]
  • 8 Cara Pencegahan Sirosis Hepatis Pencegahan sirosis hepatis didasarkan 2 hal penting, yaitu mencegah penyebab kerusakan hati dan merubah gaya hidup. Hati manusia dewasa beratnya sekitar tiga kilogram, berada di sisi kanan atas perut dan di bawah tulang rusuk dimana ia […]
  • Komplikasi Infeksi Bakteri SBP Pada Cairan Asites Bakteri Spontaneous Peritonitis atau bakteri SBP adalah mikroorganisme yang tumbuh berkembang dan meng infeksi cairan asites, sebagai hasil dari translokasi bakteri lumen usus atau kadang akibat dari infeksi saluran kemih. Orang yang […]