Stem Cell Sumsum Tulang Untuk Pengobatan Sirosis Hepatis Dekompensata

Stem Cell Sumsum Tulang Untuk Pengobatan Sirosis Hepatis Dekompensata

Stem Cell Sumsum Tulang Untuk Pengobatan Sirosis Hepatis Dekompensata. Stem cell atau sel induk adalah sel yang tidak berdiferensiasi pada umumnya namun berpotensi menyatu dari 200 jenis sel dalam tubuh, termasuk sel darah, saraf, otot, jantung, kelenjar, dan sel kulit; dan dari beberapa sel induk tersebut dapat dipicu untuk menjadi satu jenis sel tertentu dalam tubuh.

Apa itu sirosis hepatis dekompensata

Sirosis hepatis atau sirosis hati adalah suatu gangguan kesehatan dimana jaringan parut menutupi sebagian atau seluruh lobulus hati, menggantikan jaringan hati yang sehat.

Sirosis hati stadium dekompensata adalah situasi tahap lanjutan atau tahap akhir dari penyakit sirosis hepatis dimana jaringan parut atau fibrosis telah meluas diseluruh lobulus hati, mengakibatkan berbagai komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Stem cell dan sirosis hepatis

Stem cell juga dikenal sebagai sel induk atau sel punca bisa diasumsikan dan dikondisikan hanya menjadi satu jenis sel saja.

Setelah stem cell atau sel induk ditransplantasikan ke tubuh penderita sirosis hepatis; sel akan membelah, memproduksi lebih banyak sel induk, hingga dipicu untuk mengkhususkan diri menjadi satu jenis.

Saat sel-sel itu membelah, mereka menjadi lebih khusus sampai kehilangan kemampuan untuk menjadi apapun, kecuali satu jenis sel saja, yaitu sel-sel hati yang sehat, mengganti jaringan parut atau sel-sel rusak.

Peneliti, pengembang, dan para ahli kedokteran berharap bisa menggunakan sel punca untuk memperbaiki jaringan hati.

Dengan memicu gen tertentu, peneliti berharap sel induk menjadi sel spesialis pengganti sel-sel hati yang rusak tersebut.

Sumber-sumber sel induk berasal

Periset sejauh ini mampu memperoleh sel induk dari empat sumber utama, yaitu: embrio, janin, tali pusar, dan anak-anak dan orang dewasa. Sumber potensial lainnya adalah stem cell induksi.

1. Sel induk dari embrio kontroversial

Selama fertilisasi in vitro, sperm dari pria dan beberapa sel telur dari wanita ditempatkan dalam sebuah petridish. Sperma akan membuahi sel telur dan sel yang dihasilkan akan membelah, membentuk embrio.

Beberapa embrio yang tampak paling sehat ditempatkan di rahim wanita. Sisanya dibuang atau dibekukan untuk digunakan nanti jika diperlukan.

Sel induk bisa didapat dari embrio yang tidak digunakan. Karena embrio di kemudian hari akan kehilangan kemampuan untuk tumbuh menjadi manusia yang utuh, maka penggunaan sel induk diambil dari embrio kontroversial ini.

Para periset berpikir bahwa sel induk ini paling potensial menghasilkan berbagai jenis sel dan bertahan setelah transplantasi.

2. Sel induk dari janin

Setelah 8 minggu perkembangan, embrio disebut janin. Sel induk bisa didapat dari janin yang telah mengalami keguguran.

3. Sel induk dari tali pusat

Sel induk dapat diperoleh dari darah di tali pusar atau plasenta setelah bayi lahir. Sel induk ini hanya bisa menghasilkan sel darah dan telah digunakan untuk transplantasi hanya dalam beberapa tahun terakhir.

4. Sel induk dari sumsum tulang belakang

Sumsum tulang dan darah dari anak-anak dan orang dewasa mengandung sel punca. Sel induk ini hanya bisa menghasilkan sel darah. Sel punca ini paling sering digunakan untuk transplantasi hati pada penderita sirosis hepatis

5. Stem Sel induksi

Ilmuwan sedang mengembangkan cara lain untuk memungkinkan (menginduksi) sel-sel lain (seperti sel darah atau sel kulit, untuk bertindak sebagai sel induk. Sel-sel ini biasanya diambil dari orang dewasa.

Salah satu cara untuk menginduksi sel-sel ini adalah dengan menyuntikkannya dengan bahan Yang mempengaruhi gen melalui sebuah proses yang disebut reprogramming (pemrograman ulang). Pengembangan dan penggunaan sel induk induksi masih dianggap eksperimental.

Stem Cell Sumsum Tulang Untuk Terapi Sirosis Hepatis

Sel induk sumsum tulang merupakan sumber ekstra utama untuk sel-sel hati. Sel induk sumsum tulang dapat membelah menjadi satu sel hati dalam keadaan tertentu, dikondisikan.

Jadi sel induk sumsum tulang bisa memberi bantuan banyak untuk memulihkan fungsi hati dan mengobati sirosis hati stadium dekompensata atau tahap akhir.

Pasien dengan sirosis hati stadium akhir sering mengalami edema, sakit kuning, asites, infeksi dan gejala kegagalan hati lainnya. Perawatan umum belum bisa menyembuhkan sirosis hati tahap lanjut lanjut.

Transplantasi hati orthotopic (Orthotopic liver transplantation – OLT) adalah cara ideal untuk mengobati sirosis hati lanjut, namun sangat jarang pendonor.

Penolakan terhadap OLT dan biaya pengobatan yang tinggi membatasi penerapan OLT itu sendiri. Sementara, transplantasi hepatoseluler dan hati bioartificial juga memiliki keterbatasan tersendiri.

Dengan terapi stem cell, mengumpulkan sel induk sumsum tulang dari pasien sirosis hepatis berarti dia menjadi donor pertama untuk dirinya sendiri.

Transplantasi sumsum tulang masuk ke tubuh setelah diisolasi dan dimurnikan di luar tubuh. Dengan cara itu, sel punca bisa tumbuh menjadi sel hati yang fungsional dan membantu memulihkan fungsi hati.

Setelah proses transplantasi sel induk, waktu prothrombin dan fibrinogen pada pasien sirosis akan secara bertahap berubah menjadi kondisi normal.

Fungsi hati pada sirosis hepatis akan berangsur-angsur membaik, dia memiliki perubahan yang nyata.

Nilai ALT dan hematoidin akan berkurang secara signifikan. Delapan minggu kemudian, parameter darah pasien dapat kembali normal.

Transplantasi stem sel sumsum tulang memberi cahaya kehidupan baru. Terapi stem cel adalah cara ideal untuk pengobatan sirosis hati.

Terlebih lagi, tidak ada penolakan imunologis dan sedikit gejala efek samping. Kualitas hidup pasien meningkat.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Gejala Dan Stadium Sirosis Hepatis Saat Aktif Gejala Dan Stadium Sirosis Hepatis Saat Aktif. Secara umum, gejala sirosis hepatis bertahap termasuk kelelahan, malaise, anoreksia, mual dan penurunan berat badan. Kemudian, gejala meningkat ke tahap lebih lanjut yg ditandai dgn: asites, […]
  • Splenomegali – Pembesaran Limpa Splenomegali adalah pembesaran limpa akibat beberapa kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan limpa mengalami infeksi dan membengkak. Apa itu limpa? Limpa adalah organ dalam tubuh yang merupakan bagian dari sistem kerja getah […]
  • Patofisiologi Dan Mekanisme Asites Patofisiologi Dan Mekanisme Terjadinya Asites Pada Sirosis Hepatis. Fibrosis hampir terjadi pada semua jenis penyakit liver kronis dan akhirnya berkembang menjadi sirosis dengan pembentukan nodul. Pusat perkembangan fibrosis adalah […]
  • Khasiat Teh Hijau Untuk Terapi Fibrosis Dan Sirosis hati Daun teh hijau dianggap tanaman berkualitas sangat tinggi di seluruh dunia yang telah dikaitkan dengan beragam manfaat untuk kesehatan. Cari tahu, mengapa banyak penderita penyakit liver di seluruh dunia menjadi sangat tertarik untuk […]
  • Penjelasan Lengkap Penyebab Sirosis hati Penjelasan Lengkap Tentang Penyebab Sirosis hati. Ada beberapa kondisi medis menjadi penyebab sirosis hati seperti: hepatitis autoimun, penyumbatan saluran empedu, Budd-Chiari syndrome, fibrosis, galaktosemia, hepatitis B, Atresia Bilier, […]