Jenis-Jenis Komplikasi Berbahaya Pada Sirosis Hati Yang Mengancam Penderitanya

Jenis-Jenis Komplikasi Berbahaya Pada Sirosis Hati Yang Mengancam Penderitanya

Uraian dan Penjelasan Lengkap Tentang Jenis-Jenis Komplikasi Sirosis Hati. Apa saja komplikasi sirosis hati dan bagaimana pembahasannya?

Berikut adalah jenis-jenis komplikasi sirosis hati yang perlu untuk Anda ketahui

1.  Komplikasi Ensefalopati dan Koma Hepatikum

Apa itu ensefalopati hepatikum

Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya.

Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu komplikasi yang spesifik dari sirosis hepatis dimana otak teracuni oleh zat-zat seperti amonia, suatu produk sampingan hasil pemecahan protein.

Apa itu koma hepatikum

Koma hepatikum adalah kondisi parah akibat komplikasi sirosis hepatis dimana otak diselubungi amonia atau toksin lain yang mengakibatkan penurunan fungsi otak ditandai rasa kebingungan, emosi tak terkendali, dan bahkan sampai koma hingga mengancam jiwa penderitanya

Koma hepatikum pada sirosis hepatis dipicu oleh perdarahan di saluran pencernaan, infeksi,kegagalan hati dalam menetralkan toksin dari obat-obatan, amonia, stres, dll.

Selengkapnya: Ensefalopati dan Koma Hepatikum

2. Komplikasi Gagal Hati Akut Dan Kronis

Komplikasi gagal fungsi hati baik akut maupun kronis pada sirosis hepatis akibat jaringan parut yang telah menyebar luas di seluruh hati, mengakibatkan hati mengalami malfungsi atau tidak dapat menjalankan tugas sebagaimana hati normal lainnya.

Selain sirosis hepatis, gagal hati akut dan kronis juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis lain seperti infeksi virus hepatitis B (paling sering), dan akibat dari penyalahgunaan alk0hol atau obat-obatan seperti acetaminophen.

Gagal hati akibat sirosis hepatis dapat berkembang pesat selama beberapa hari atau minggu – komplikasi gagal hati akut; atau secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun – komplikasi gagal hati kronis.

Pada sirosis hepatis dengan gagal hati akut, orang mungkin akan kehilangan kesehatan menyeluruh dan serasa akan meninggal dalam beberapa hari.

Sedangkan sirosis hepatis dengan gagal hati kronis, memburuknya kesehatan mungkin sangat bertahap sampai kondisi kesehatan menurun secara dramatis, seperti muntah darah atau tinja berdarah.

Darah dalam muntahan atau tinja biasanya disebabkan oleh perdarahan dari varises di kerongkongan dan perut.

Selanjutnya baca: Gagal Fungsi Hati Akut Dan Kronis

3. Splenomegali – Pembesaran Limpa

Splenomegali adalah pembesaran limpa akibat beberapa kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan limpa mengalami infeksi dan membengkak.

Apa itu limpa? Limpa adalah organ dalam tubuh yang merupakan bagian dari sistem kerja getah bening dan berfungsi sebagai jaringan drainase untuk melindungi tubuh dari masuknya infeksi.

Limpa merupakan organ internal tubuh yang duduk di bawah tulang rusuk Anda di bagian kiri atas perut, menghadap ke arah punggung Anda.

Lebih detail di sini: Splenomegali

4. Komplikasi Varises Esofagus

Varises esofagus adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar esofagus (kerongkongan bagian bawah) akibat penyumbatan oleh bekuan darah atau jaringan parut di hati, dan sirosis hepatis bertanggung jawab atas komplikasi ini.

Perdarahan varises esofagus terjadi ketika pembengkakan pembuluh darah ini pecah di kerongkongan bagian bawah mengakibatkan pendarahan seperti mimisan atau muntah darah (hematemesis).

Pendarahan varises esofagus merupakan bagian dari komplikasi sirosis hepatis yang bisa mengancam jiwa jika tidak segera ditangani lebih dini.

Selengkapnya: Varises Esofagus

5. Muntah darah dan berak darah

Muntah darah dan berak darah merupakan komplikasi sirosis hati serius yang membahayakan jiwa.

Varises berkembang di kerongkongan dan pencernaan atas yang mengakibatkan pendarahan gastrointestinal.

Sirosis hepatis mengembangkan 2 komplikasi spesifik yaitu varises di esofagus bagian bawah dan varises pencernaan (usus dan lambung).

Ke dua tipe varises ini bisa mengembangkan pendarahan di kerongkongan dan gastrointestinal, mengakibatkan muntah darah dan berak darah.

Kemacetan aliran darah di vena portal adalah awal mula perkembangan komplikasi yang mengarah ke pembentukan pembuluh baru, dikenal pembuluh kolateral yang terbentuk sebagai jalur bypass.

Jalur bypass ini muncul di kerongkongan bagian bawah (esofagus), dan sistem pencernaan (gastrointestinal) – dinding lambung dan usus/rektum.

Jalur bypass atau varises, berdinding sangat rapuh, terbentuk bukan untuk aliran darah yang besar, jika ini membesar akan bisa pecah menyebabkan pendarahan serius.

Pendarahan bisa terjadi lewat muntah darah atau komplikasi hematemesis, dan lewat anus melalui berak darah, sering disebut komplikasi melena.

Lebih detail: Hematemesis Dan Melena

6. Komplikasi Hipertensi Portal

Sirosis hepatis tahap lanjut menyebabkan komplikasi yang disebut hipertensi portal akibat pembatasan aliran darah yang melalui hati ke vena hepatika.

Hipertensi portal terjadi adanya peningkatan resistensi terhadap aliran darah yang disebabkan oleh jaringan parut yang luas di hati pada kasus sirosis hepatis.

Penasaran? Baca lanjutannya: Hipertensi Portal

7. Komplikasi Kanker Hati

Jaringan parut parah pada sirosis hati menyebabkan komplikasi kanker hati, dikenal dengan istilah hepatoseluller karsinoma.

Kanker hati pada sirosis hepatis tidak bermetastasis seperti kanker jenis lainnya dan tipe ini lebih sering terjadi pada kebanyakan pria daripada wanita pada orang berusia 50 tahun atau lebih tua.

Hati adalah organ penting kedua dalam tubuh Anda yang terletak di bawah tulang rusuk di sisi kanan. Beratnya sekitar tiga pon dan berbentuk seperti bola datar di salah satu sisi.

Hati melakukan banyak pekerjaan untuk. Dia memproses apa yang Anda makan dan apa yang Anda minum untuk disintesis menjadi energi dan nutrisi untuk kebutuhan tubuh, dan menyimpan sisanya untuk digunakan kembali jika tubuh membutuhkan.

Hati juga menghilangkan zat-zat berbahaya dari darah Anda dengan mendetoks nya untuk dibuang melalui proses metabolisme.

Namun, sirosis hepatis membuat keadaan terbalik. Penyakit ini menyebabkan komplikasi serius bagi tubuh penderitanya, dan salah satu komplikasi tersebut adalah kanker hati, membuat hati tidak bisa bekerja sama sekali.

Baca lebih lengkap: Komplikasi Kanker Hati

8. Komplikasi Gagal Ginjal

Penyakit liver kronis menyebabkan gagal fungsi ginjal terkait asites dan edema, dimana ginjal mengalami kerusakan secara progresif yang disebut sindrom hepatorenal.

Komplikasi gagal ginjal ini adalah komplikasi sirosis hepatis yang serius dan bisa mengancam jiwa penderitanya jika tidak segera ditangani dan diobati sejak dini.

Sirosis hepatis adalah penyakit liver kronis yang bisa menyebabkan komplikasi gagal ginjal atau sindrom hepatorenal terjadi ketika ada penurunan fungsi hati.

Kegagalan fungsi hati akibat sirosis mempengaruhi retensi ginjal terhadap cairan karena beberapa kondisi semisal asites atau edema.

Karena kurangnya buang urin yang dikeluarkan dari tubuh, produk limbah yang mengandung nitrogen akan terakumulasi dalam aliran darah (azotemia) sehingga meracuni hati dan merusak ginjal.

Baca lebih lanjut: Komplikasi Gagal Ginjal

9. Komplikasi Infeksi Bakteri SBP

Bakteri Spontaneous Peritonitis atau bakteri SBP adalah mikroorganisme yang tumbuh berkembang dan meng infeksi cairan asites, sebagai hasil dari translokasi bakteri lumen usus atau kadang akibat dari infeksi saluran kemih.

Orang yang memiliki penyakit sirosis hepatis berisiko komplikasi untuk infeksi bakteri SBP dalam cairan asites yang menumpuk di rongga perut, dikenal dengan bakteri spontaneous peritonitis atau bakteri SBP.

Bakteri SBP (Spontaneous bacterial peritonitis) hidup dalam cairan asites tanpa diketahui secara pasti bagaimana komplikasi ini terjadi, namun infeksi ini paling sering terjadi ketika seseorang telah memiliki penyakit hati kronis dalam jangka panjang, serta kurang menjaga kebersihan.

Infeksi Bakteri SBP adalah komplikasi umum dari pasien sirosis hati yang memiliki asites. SBP adalah jenis infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri patogen.

Pada sirosis hati stadium lanjutan, penyakit liver kronis ini menyebabkan pasien mengalami sindrom nefrotik yang memungkinkan untuk perkembangan bakter SBP.

Pasien sirosis hati dengan asites yang terinfeksi bakteri SBP, sangat sulit untuk ditangani. Karena itu, bakteri SBP adalah salah satu penyebab mortalitas bagi penderita sirosis hati pada stadium akhir.

Tingkat mortalitas akibat bakteri SBP antara 48% sampai 57%. Oleh sebab itu, pengobatan asites dilakukan sejak dini untuk mencegah perkembangan bakteri SBP.

Dengan perkembangan tingkat pengobatan, angka mortality menurun hingga 20% sampai 40% di antara pasien sirosis hepatis stadium lanjut.

Lihat lebih detail: Infeksi Bakteri SBP Pada Cairan Asites

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Ensefalopati Hepatikum Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya. Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu […]
  • 9 Cara Terapi Sirosis Hati Secara Alami 9 Cara Terapi Sirosis Hati Secara Alami di rumah. Apa dan bagaimana cara terapi pencegahan dan pengobatan sirosis hepatis secara aman tanpa efek samping? Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda pelajari 1. Makan alpukat Memilih […]
  • Kulit Dan Mata Menjadi Kuning, Apa Artinya? Kenapa kulit dan mata menjadi kuning? Sirosis hepatis ditandai mata kuning yang memberi sinyal bahwa telah terjadi kerusakan hati serius pada tubuh penderita nya dimana hati tidak bisa memproses bilirubin, menyebabkan penyakit kuning. […]
  • Pemeriksaan Biopsi Hati Untuk Penyakit Liver Dan Sirosis Hati Apa Itu biopsi sirosis hati? Tes biopsi adalah sebuah prosedur diagnosis suatu penyakit organ dalam dengan mengambil ukuran kecil jaringan sebagai sample untuk diteliti di laboratorium dalam rangka menentukan penyebab dan pengobatan […]
  • 8 Cara Pencegahan Sirosis Hepatis Pencegahan sirosis hepatis didasarkan 2 hal penting, yaitu mencegah penyebab kerusakan hati dan merubah gaya hidup. Hati manusia dewasa beratnya sekitar tiga kilogram, berada di sisi kanan atas perut dan di bawah tulang rusuk dimana ia […]