Skoliosis Idiopatik?

Skoliosis idiopatik adalah suatu kondisi yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping namun belum diketahui apa penyebabnya. Skoliosis idiopatik mempengaruhi anak-anak dan remaja mulai usia 10 tahun.

Skoliosis semasa anak-anak jarang menyakitkan karena lengkungan (kurva) kecil sering tidak diperhatikan oleh anak-anak dan orang tua mereka, dan pertama kali terdeteksi biasanya selama pemeriksaan di sekolah atau pada pemeriksaan rutin oleh dokter anak.

Gambaran skoliosis idiopatik

Skoliosis menyebabkan tulang-tulang tulang belakang berputar atau memuntir membuat huruf “C” atau “S.” Kurva skoliosis paling sering terjadi di punggung atas dan tengah (tulang belakang toraks). Mereka juga dapat berkembang di punggung bawah, dan kadang-kadang, akan terjadi di bagian atas dan bawah tulang belakang.

Lengkungan skoliosis idiopatik bervariasi dalam ukuran, baik lengkungan kecil atau lebih besar. Jika seorang anak masih masa pertumbuhan, kurva skoliosis bisa meningkat dan memburuk sejalan dengan percepatan pertumbuhan mereka.

Skoliosis idiopatik juga bisa berkembang pada batita (bawah tiga tahun) dan balita (bawah lima tahun). Namun, tipe skoliosis ini lebih umum dimulai saat pubertas. Baik anak laki-laki ataupun perempuan dapat terpengaruh. Anak perempuan lebih mungkin untuk mengembangkan lengkungan skoliosis yang lebih besar daripada anak pria sehingga memerlukan perawatan medis segera.

Penyebab skoliosis idiopatik

Meskipun dokter tidak tahu penyebab pasti skoliosis idiopatik, mereka tahu bahwa itu tidak terkait dengan perilaku atau kebiasaan tertentu seorang anak – seperti membawa ransel berat atau postur yang buruk.

Penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, genetika berperan dalam perkembangan skoliosis idiopatik. Sekitar 30% remaja menderita skoliosis idiopatik, mereka memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini.

Gejala skoliosis idiopatik

Umumnya, lengkungan kecil pada tulang belakang sering tidak diketahui sampai seorang anak menginjak masa percepatan pertumbuhan, atau selama masa pubertas dan ada tanda-tanda yang lebih jelas, seperti:

– Pundak miring, tidak rata, satu pundak menonjol lebih dari yang lain
– Tulang iga lebih menonjol di satu sisi
– Garis pinggang tidak rata
– Satu pinggul lebih tinggi dari yang lain
– Pakaian miring, pertama kali terdeteksi selama pemeriksaan sekolah atau pemeriksaan anak rutin.

Jika dokter anak mencurigai adanya skoliosis, ia dapat merujuk Anda ke ahli bedah ortopedi pediatrik atau ahli bedah cacat tulang belakang untuk evaluasi lengkap dan rencana perawatan.

Diagnosa dan pemeriksaan fisik

Biasanya, anak menjalani pemeriksaan fisik untuk skoliosis idiopatik dengan tes skrining standar, seperti uji “Adam’s forward bend test”.

– Tes Skrining

Selama tes, anak Anda akan membungkuk ke depan, posisi kaki, lutut lurus dan lengan menggantung. Dokter Anda akan mengamati anak dari belakang, mencari perbedaan dalam bentuk tulang rusuk di setiap sisi. Deformitas tulang belakang paling terlihat pada posisi ini.

Anak disuruh berdiri tegak, dokter akan memeriksa apakah pinggul dan pundaknya rata, dan apakah posisi kepala sejajar di atas pinggul. Lalu, dokter akan memeriksa kondisi dan gerakan tulang belakang.

– Uji sinar X

Sinar-X akan memberikan gambaran yang jelas tentang tulang-tulang belakang anak Anda. Uji ini memungkinkan dokter melihat lokasi tepat dari lengkungan (kurva) serta mengukur seberapa parahnya. Secara umum, sudut lengkungan kurva yang lebih besar dari 25 ° dianggap skoliosis serius dan segera memerlukan perawatan.

Pengobatan skoliosis idiopatik

Dokter mempertimbangkan beberapa hal ketika merencanakan perawatan anak Anda, dengan menimbang:

– Lokasi kurva
– Tingkat keparahan kurva
– Usia anak

Dengan mengevaluasi faktor-faktor ini, dokter bisa menentukan seberapa besar kemungkinan kurva akan memburuk dan menyarankan pilihan pengobatan terbaik.

Pengobatan tanpa operasi

Jika kurva tulang belakang anak Anda kurang dari 25 °, dokter mungkin akan memantau kurva untuk memastikannya tidak bertambah parah. Dokter akan memeriksa ulang anak Anda setiap 6 hingga 12 bulan dan menjadwalkan rontgen sampai anak Anda benar-benar dewasa.

Jika kurva tulang belakang antara 25 ° dan 45 ° dan anak Anda masih masa pertumbuhan, dokter mungkin merekomendasikan bracing. Meskipun bracing tidak akan meluruskan lengkungan, namun akan mencegahnya dari kondisi semakin buruk.

Ada beberapa jenis bracing untuk skoliosis. Kebanyakan, bracing dibuat khusus sesuai dengan tubuh anak sehingga mereka merasa nyaman. Dokter akan merekomendasikan jenis bracing sesuai dengan kebutuhan anak Anda dan akan menentukan berapa lama brace harus dipakai setiap hari.

Pengobatan dengan operasi

Dokter akan merekomendasikan operasi jika kurva skoliosis lebih besar dari 45 ° -50 ° atau jika perlakuan bracing tidak menghentikan perkembangan kurva. Kurva skoliosis parah yang tidak diobati akan memburuk dan mempengaruhi fungsi paru-paru.

Prosedur operasi skoliosis disebut fusi tulang belakang (spinal fusion). Spinal fusion secara signifikan akan meluruskan kurva dan kemudian menyelaraskan vertebra secara bersamaan.

Pemulihan setelah operasi

Pada hari kedua setelah operasi, kebanyakan pasien dapat berjalan tanpa mengenakan brace (penjepit tubuh). Anak boleh pulang dari rumah sakit biasanya kurang dari 1 minggu setelah operasi. Sebagian besar anak dapat kembali ke sekolah dan melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka dalam waktu 4 minggu.

Kelangsungan hidup setelah operasi

Operasi atau fusi tulang belakang (spinal fusion) biasanya sangat sukses menghentikan perkembangan kurva. Pembedahan juga mampu meluruskan kurva secara signifikan, yang meningkatkan penampilan pasien.

Sebagian besar anak dapat kembali ke aktifitas olahraga dalam 6 hingga 9 bulan setelah operasi. Karena pembedahan menyebabkan keterbatasan gerakan tulang belakang, sehingga, olahraga seperti sepak bola tidak disarankan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Skoliosis Kongenital Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang pada bayi ketika pertama didiagnosis pada anak antara usia kelahiran hingga 5 tahun (batita dan balita). Skoliosis kongenital disebut juga skoliosis infantil karena orangtua biasanya […]
  • Skoliosis Idiopatik Remaja Skoliosis idiopatik remaja (AIS - ADOLESCENT IDIOPATHIC SCOLIOSIS) adalah satu bentuk skoliosis yang menyerang anak-anak hingga remaja berusia setidaknya 10 - 18 tahun. Istilah skoliosis remaja berarti seorang penderita masih masa […]
  • Skoliosis Juvenile? Skoliosis juvenil adalah skoliosis pada masa anak-anak, mengacu pada bentuk tulang belakang melengkung ke samping secara berlebihan tanpa alasan atau memiliki penyebab pasti (idiopatik). Skoliosis juvenil ditemukan pada anak-anak antara […]
  • Skoliosis Apa itu penyakit tulang skoliosis? Skoliosis adalah bentuk kurva tulang belakang abnormal, membentuk leter huruf "S" atau "C" bukan lurus, seperti memuntir. Bila seseorang menderita skoliosis, tulang punggung mereka melengkung ke […]
  • Skoliosis Degeneratif Skoliosis degeneratif adalah skoliosis atau tulang belakang melengkung ke samping akibat degenerasi sendi kecil tulang belakang. Skoliosis degeneratif hanya terjadi pada orang tua berusia di atas 65 th, sehingga skoliosis degeneratif […]