Skoliosis Neuromuskular

Skoliosis neuromuskular adalah skoliosis atau tulang belakang melengkung ke samping akibat gangguan saraf atau otot (neurologis). Gangguan neurologis ini bisa mempengaruhi sistem saraf tubuh.

Beberapa contoh gangguan neurologis termasuk Cerebral palsy, Atrofi otot tulang belakang, Syringomyelia, Distrofi otot, spina bifida dll. Namun, seseorang mengalami kondisi neurologis belum tentu akan mengalami skoliosis.

Penyebab

Skoliosis neuromuskular terjadi ketika ada cedera yang mengakibatkan kerusakan pada otak atau saraf sehingga mempengaruhi jalur otot dan saraf tubuh dari otak sampai ke sumsum tulang belakang

Penyakit distrofi otot atau atrofi otot tulang belakang bisa menghentikan kerja otot. Ketika otot-otot tidak bekerja, skoliosis atau kyphosis dapat berkembang, atau komplikasi skoliosis dan kyphosis.

Seseorang memiliki gangguan otot atau saraf, otot-otot batang mereka menjadi lebih lemah, tulang belakang secara bertahap mulai lemah, menciptakan kurva skoliosis berbentuk C.

Kurva skoliosis neuromuskular seringkali progresif. Progresif berarti penyakit ini akan terus bertambah besar. Tingkat perkembangan penyakit meningkat seiring pertumbuhan yang cepat, sehingga kurva-kurva ini memburuk selama masa pertumbuhan, seperti saat remaja mengalami pubertas.

Untuk anak-anak dengan skoliosis neuromuskular yang menggunakan kursi roda, kurva progresif menyulitkan mereka untuk duduk dengan nyaman. Kurva bisa berukuran 80 derajad atau lebih di bagian atas atau tengah tulang belakang dapat mengganggu kerja paru-paru.

Gejala dan tanda-tanda skoliosis neuromuskular

Ada perubahan bentuk tulang belakang tidak seperti biasanya ketika seseorang duduk atau berdiri. Beberapa tanda-tanda lain termasuk:

– Tulang rusuk lebih menonjol di satu sisi terutama di bagian belakang
– Bahu tidak rata
– Pinggul atau pinggang miring, satu sisi lebih tinggi.
– Kepalanya miring ke salah satu sisi
– Pelvis tidak sejajar
– Pakaian tidak pas lagi
– Tidak bisa berdiri tegak atau duduk dengan punggung tegak
– Ada rasa sakit sejak perubahan di atas

Ciri-ciri anak menderita skoliosis neuromuskular

– Sebagian besar anak-anak dengan skoliosis neuromuskular memiliki keseimbangan buruk dan tingkat koordinasi rendah pada tubuh, leher, dan kepala mereka.
– Anak memiliki skoliosis neuromuskular dapat menyebabkan sindrom insufisiensi toraks, yaitu ketidakmampuan toraks untuk mendukung pernapasan secara normal atau mendukung pertumbuhan paru-paru anak.
– Ada masalah ketika duduk
– Kesulitan dalam hal kebersihan pribadi

Jika skoliosis memburuk, itu dapat mempengaruhi mekanisme gerak tulang belakang dan mengakibatkan sakit atau nyeri. Kurva besar dapat menyebabkan tulang rusuk menyentuh tulang panggul yang menyebabkan rasa sakit dan masalah kulit.

Kadang-kadang, skoliosis parah mempengaruhi perkembangan anak dan fungsi paru-paru mereka, mengakibatkan masalah kesehatan yang serius terkait dengan paru-paru di masa dewasa.

Pengobatan skoliosis neuromuskular

Pengobatan skoliosis tanpa operasi

Pengobatan non-operatif harus dikelola oleh tim multidisiplin untuk memastikan bahwa semua area klinis menerima perawatan yang tepat, termasuk: pulmonary, neurologis, genitourinari, ortopedi, nutrisi dan gastroenterologic. Perawatan tanpa operatif dapat mencakup hal-hal berikut:

– Bracing untuk kurva skoliosis yang lebih kecil (Sayangnya, kebanyakan kurva dari skoliosis neuromuskular tidak mendapat manfaat dari bracing karena tipe ini sangat progresif)
– Kursi roda modifikasi (untuk non-ambulators) untuk meningkatkan fungsi gerak
– Terapi fisik

Pengobatan skoliosis dengan bedah

Jenis bedah tulang belakang tergantung pada usia pasien, status ambulatori (paru-paru), dan kondisi yang mendasarinya. Tujuan bedah adalah:

– Mencegah perkembangan kurva
– Meningkatkan keseimbangan dan toleransi duduk.
– Mengurangi reposisi
– Mengurangi rasa sakit

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

Bagikan Pada Temanmu!