Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Definisi Penyakit / Skoliosis Kongenital

Skoliosis Kongenital

/
/
/
img
0
(0)

Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang pada bayi ketika pertama didiagnosis pada anak antara usia kelahiran hingga 5 tahun (batita dan balita). Skoliosis kongenital disebut juga skoliosis infantil karena orangtua biasanya pertama kali mengetahui bahwa anak mereka memiliki bentuk tulang belakang melengkung sejak bayi, mirip bentuk pisang.

Skoliosis kongenital juga disebut sebagai skoliosis tahap awal karena lengkungan tulang belakang akibat pembentukan vertebra abnormal selama perkembangan janin di dalam rahim pada usia kehamilan 4 hingga 6 minggu. Kegagalan pembentukan tulang belakang janin bisa akibat masalah kesehatan lainnya seperti penyakit ginjal atau kandung kemih.

Penyebab skoliosis pada bayi

Skoliosis kongenital atau skoliosis pada bayi disebabkan beberapa kelainan yang terjadi selama perkembangan janin meliputi:

– Pembentukan vertebra yang tidak lengkap.

Satu bagian dari vertebra tidak terbentuk sempurna sehingga terjadi hemivertebrae. Hemivertebrae menyebabkan lengkungan di tulang belakang saat anak mulai tumbuh

– Kegagalan pembagian vertebra.

Selama perkembangan normal, awalnya tulang belakang terbentuk sebagai jaringan tunggal yang kemudian terbagi menjadi beberapa segmen untuk berkembang menjadi vertebra. Jika pembagian ini gagal, akan terjadi perpaduan fusi parsial dari dua atau lebih vertebra. Kegagalan pembentukan segmen ini mencegah tulang belakang tumbuh lurus sehingga menghasilkan tulang belakang melengkung.

Ciri-ciri skoliosis bayi

Tanda-tanda skoliosis kongenital biasanya terdeteksi saat bayi lahir, atau selama pemeriksaan oleh dokter anak ketika mereka merasakan adanya kelainan punggung. Ciri-ciri dan tanda-tanda fisik lainnya seperti bahu yang tidak rata, garis pinggang miring, satu pinggul lebih tinggi dari yang lain, penampilan keseluruhan miring ke satu sisi dapat dilihat jelas.

Cara deteksi skoliosis pada bayi

Pemeriksaan fisik skoliosis kongenital dapat dideteksi oleh beberapa tes diagnostik. Tes umum termasuk X-ray, untuk mengungkapkan vertebra abnormal; MRI scan untuk memeriksa kelainan sumsum tulang belakang; CT scan untuk menunjukkan gambar tulang belakang secara mendetail; dan pemindaian ultrasound untuk mendeteksi masalah apa pun yang mempengaruhi ginjal bayi Anda.

Pengobatan skoliosis untuk bayi

Operasi biasanya tidak diperlukan dalam pengobatan skoliosis bayi karena tulang belakang dan paru-paru bayi belum matang dan perlu untuk sepenuhnya berkembang dalam ukuran.

Untuk alasan ini, dokter mencoba memberi pilihan pengobatan lain. Pengobatan skoliosis kongenital ini sangat memperhitungkan pertumbuhan tulang belakang serta pertumbuhan tulang rusuk dan paru-paru bayi.

Biasanya, orang tua disuruh menunggu 3-6 bulan untuk menentukan apakah skoliosis akan berlanjut atau tidak pada bayi mereka. Beberapa pilihan pengobatan, yang paling sering direkomendasikan

Bracing

Brace jarang digunakan pada pengobatan skoliosis kongenital karena cenderung lebih kaku jika dipakai pada bayi baru lahir karena kondisi bayi secara umum kurang merespon gaya penguat yang lembut.

Namun dalam beberapa kasus lain, bracing adalah pilihan tepat. bracing untuk bayi menggunakan bantalan lembut untuk kenyamanan. Brace bisa dipakai bayi Anda untuk beberapa waktu, kecuali saat mandi.

Ahli ortopedi akan memantau perkembangan kurva. Jika lengkungan tulang belakang benar-benar bisa dikendalikan oleh brace (mungkin butuh waktu bertahun-tahun bracing), kawat brace tidak diperlukan.

Bedah Skoliosis

Jika lengkungan tulang belakang bayi semakin maju meski telah dilakukan perawatan brace, mungkin operasi disarankan. Dalam kebanyakan kasus skoliosis kongenital, operasi bedah adalah perawatan yang paling tepat.

Operasi akan menghilangkan vertebra “tambahan”. Operasi tulang belakang untuk bayi menjadi pengalaman emosional bagi banyak orangtua. Namun, penelitian sekarang telah menunjukkan bahwa, skoliosis kongenital berhasil disembuhkan. Sebagian besar anak-anak bisa tumbuh sehat tanpa kendala ketika mereka memulai kegiatan sehari-hari.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :