Faktor Risiko Dan Penyebab Skoliosis

Apa saja penyebab Skoliosis? Skoliosis dapat disebabkan oleh tulang belakang tidak terbentuk dengan sempurna saat bayi masih di dalam rahim, disebut skoliosis kongenital.

Skoliosis juga bisa disebabkan karena penyakit saraf atau kelainan otot, seperti cerebral palsy atau distrofi otot, disebut skoliosis neuromuscular. Ada penyebab skoliosis lain seperti keausan tulang belakang akibat pertambahan usia, disebut skoliosis degeneratif.

Dari 80% kasus, skoliosis tidak diketahui penyebab yang jelas, dokter dan para ahli menyebut sebagai skoliosis idiopatik. Dan dari 10% kasus, skoliosis memiliki penyebab jelas. Dokter dan para ahli membagi skoliosis yang memiliki penyebab menjadi dua

– Skoliosis nonstruktural

Pada skoliosis nonstruktural, tulang belakang berfungsi normal, tetapi terlihat melengkung. Mengapa ini terjadi? Ada sejumlah alasan sebagai penyebabnya, seperti satu kaki lebih panjang dari yang lain, atau radang usus buntu.

– Skoliosis struktural

Pada skoliosis struktural, lengkungan tulang belakang sangat kaku dan tidak bisa dibalik. Penyebab itu termasuk kondisi penyakit tertentu, seperti:

– Cerebral palsy
– Distrofi otot
– Cacat lahir
– Infeksi
– Tumor
– Sindrom Marfan dan sindrom Down

Penyebab skoliosis idiopatik

Riwayat keluarga dan genetika juga bisa menjadi faktor risiko untuk penyebab skoliosis idiopatik. Jika ada salah satu dari anak-anak Anda memiliki kondisi ini, pastikan anak-anak Anda yang lain diskrining secara teratur.

Skoliosis idiopatik tidak dapat dicegah dan tidak disebabkan seperti postur tubuh, olahraga atau diet yang salah. Warisan Gen dalam keluarga mungkin menjadi penyebabnya, dan Anda lebih mungkin untuk mendapatkannya.

Skoliosis idiopatik paling sering muncul selama masa pertumbuhan, biasanya ketika anak-anak berusia antara 10 dan 15 tahun. Anak laki-laki dan perempuan biasanya didiagnosis dengan skoliosis idiopatik minor. Seringnya, kurva pada anak perempuan 10 kali lebih mungkin memburuk dan mungkin perlu diobati, jika dibanding anak laki-laki.

Skoliosis idiopatik juga bisa diketahui pada masa remaja, ini dapat berlanjut hingga dewasa. Semakin besar sudut kurva tulang belakang, semakin besar kemungkinan untuk meningkat seiring waktu. Jika Anda mengalami skoliosis di masa lalu, mintalah dokter memeriksa punggung Anda secara teratur.

Penyebab skoliosis kongenital

Skoliosis kongenital terjadi saat tulang belakang bayi berkembang sebelum lahir. Tulang kecil di punggung, disebut vertebra, diketahui dapat menyebabkan skoliosis. Skoliosis kongenital disebabkan pembentukan vertebra tidak sempurna atau gagal membelah dengan benar. Dokter dapat mendeteksi skoliosis anak setelah mereka dilahirkan.

Penyebab skoliosis degeneratif

Sedangkan skoliosis degeneratif biasanya menyerang orang dewasa lanjut usia. skoliosis degeneratif disebabkan karena cakram di bagian bawah punggung dan sendi tulang belakang mulai luntur, perubahan ini terjadi seiring tambahnya usia.

Penyebab terjadinya skoliosis

Skoliosis atau kurva tulang belakang terjadi karena miskomunikasi antara otak dan otot tulang belakang. Sebagian besar kasus skoliosis adalah idiopatik, yang berarti penyebab yang tidak diketahui.

Pusat kontrol postural berada di otak belakang. Otak belakang juga mengendalikan banyak fungsi tubuh secara otomatis seperti pernapasan, detak jantung, dan pencernaan.

Sedangkan postur tulang belakang adalah orientasi neurologis otomatis terhadap gravitasi yang sebagian besar dari kita anggap remeh.

Seseorang mengalami skoliosis, ini berarti pusat kontrol tidak memberi sinyal kepada sistem saraf pusat dan otot-otot postur abnormal, sehingga kurva tulang belakang tidak mampu mengoreksi dirinya sendiri.

Sebenarnya, otot tulang belakang tidaklah lemah, ini hanyalah kesalahpahaman atau miskomunikasi antara otak dan otot, mereka hanya tidak mendapatkan pesan yang benar dari otak.

Otot punggung lemah pun juga belum tentu menjadi penyebab skoliosis. Tampaknya, skoliosis dipengaruhi oleh genetika dan faktor lingkungan, mulai defisiensi nutrisi hingga aktivitas tertentu.

Ketika skoliosis berkembang, tulang belakang mulai melintir dan memuntir di sekitar sumbunya. Keadaan diperparah ketika penderita lebih banyak memutar dan membungkukkan tulang punggungnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Skoliosis Neuromuskular Skoliosis neuromuskular adalah skoliosis atau tulang belakang melengkung ke samping akibat gangguan saraf atau otot (neurologis). Gangguan neurologis ini bisa mempengaruhi sistem saraf tubuh. Beberapa contoh gangguan neurologis […]
  • Skoliosis Apa itu penyakit tulang skoliosis? Skoliosis adalah bentuk kurva tulang belakang abnormal, membentuk leter huruf "S" atau "C" bukan lurus, seperti memuntir. Bila seseorang menderita skoliosis, tulang punggung mereka melengkung ke […]
  • Kifosis Apa itu Kyphosis? Kifosis adalah kelainan tulang belakang toraks (tulang belakang bagian tengah ke atas ) melengkung ke arah luar secara berlebihan, membuat penderita menjadi bungkuk atau bongkok. Kifosis berasal dari kata yunani, yaitu […]
  • Skoliosis Idiopatik? Skoliosis idiopatik adalah suatu kondisi yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping namun belum diketahui apa penyebabnya. Skoliosis idiopatik mempengaruhi anak-anak dan remaja mulai usia 10 tahun. Skoliosis semasa […]
  • Tanda Dan Gejala Skoliosis Awal, Ringan, Sedang Hingga Berat Anak perempuan mulai usia 8 hingga 14 tahun, memiliki tubuh kurus, dan belum mulai menstruasi merupakan mayoritas munculnya gejala awal skoliosis. Penting untuk menunjukkan bahwa perubahan kurva tulang belakang adalah gejala skoliosis […]