Tanda Dan Gejala Skoliosis Awal, Ringan, Sedang Hingga Berat

Anak perempuan mulai usia 8 hingga 14 tahun, memiliki tubuh kurus, dan belum mulai menstruasi merupakan mayoritas munculnya gejala awal skoliosis. Penting untuk menunjukkan bahwa perubahan kurva tulang belakang adalah gejala skoliosis yang paling menonjol.

Kasus skoliosis idiopatik bisa akibat kombinasi genetik pra-disposisi dan pengaruh lingkungan. Gejala skoliosis muncul akibat miskomunikasi antara otak dan otot-otot pendukung tulang belakang. Pusat kontrol postural di otak bertugas memberi tahu otot-otot tulang belakang untuk merespons gravitasi ketika seorang anak tumbuh untuk menjaga tulang belakangnya tetap lurus.

Untuk alasan yang belum diketahui (idiopatik), gejala tulang belakang bengkok dimulai ketika pesan-pesan dari otak tidak dikirim dengan benar ke otot tulang belakang, ketika anak Anda mengalami gejala skoliosis, baik gejala awal, ringan, sedang, hingga gejala parah.

Gejala awal skoliosis

Biasanya, otak memberitahu tubuh untuk menyelaraskan dengan gravitasi dan berdiri tegak saat bayi dan anak-anak mulai tumbuh. Postur tulang belakang ketika aktifitas adalah respons neurologis otomatis pada kebanyakan anak atas perintah otak.

Pusat otak mengontrol postur tubuh dengan cara mengirim pesan ke otot tulang belakang agar bayi dan anak bisa berdiri lurus. Beginilah cara bayi ketika mereka belajar berdiri dan menjaga keseimbangan tubuh.

Akan tetapi, pada anak dengan gejala skoliosis awal, otak tidak mengirim pesan-pesan ini secara normal. Anak dengan kurva skoliosis kurang 10 derajat mungkin mengalami salah satu gejala awal, termasuk:

– Rasa sakit
– Depresi
– Penurunan kualitas hidup
– Sesak nafas
– Aktivitas fisik terbatas
– Penurunan fungsi sosial

Nyeri dan gejala lainnya cenderung memburuk ketika kurva meningkat, terutama setelah mencapai 30 derajat.

Gejala skoliosis ringan

Skoliosis ringan terjadi ketika kurva tulang belakang membentuk sudut lebih besar atau sama dengan 10 derajat. Itulah mengapa skoliosis tingkat ringan didefinisikan sebagai kurva antara 10 dan 20 derajat.

Kebanyakan, skoliosis ringan tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala jelas terlihat dan bisa tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun. Banyak tanda atau gejala skoliosis ringan melibatkan perubahan postur tubuh.

Gejala skoliosis ringan meliputi:

– Kurva skoliosis antara 10 ° – 20 °
– Paling umum pada anak perempuan, belum haid.
– Jarang menunjukkan rasa sakit
– Tubuh miring ke satu sisi
– Arah kepala sedikit miring
– Kepala condong ke depan dan telinga tidak sejajar dengan atas bahu
– Pakaian menggantung tidak rata di tubuh
– Panjang kaki tidak rata
– Satu bahu lebih tinggi
– Satu helai bahu lebih menonjol
– Satu pinggul tampak lebih tinggi
– Satu sisi tulang rusuk tampak lebih tinggi

Skoliosis ringan memiliki kemungkinan 22% untuk mengalami tahap maju, ini dianggap sebagai risiko ke skoliosis tahap sedang. Setelah lengkungan tulang belakang naik lebih besar dari 20 derajat, risiko itu melonjak menjadi 68% untuk menjadi skoliosis tahap sedang hingga berat, biasanya terjadi setelah usia 22 tahun.

Gejala skoliosis sedang

Ketika otak gagal mengontrol posisi tulang belakang secara benar, tulang rusuk melengkung sementara kurva tulang belakang memipih. Dilihat dari samping, tulang belakang terlihat rata, dan jika dilihat dari atas ke bawah, tulang terlihat bengkok.

Skoliosis tahap sedang memiliki ciri-ciri utama, termasuk:

– Garis mata miring
– Satu bahu menggantung lebih tinggi dari bahu lain
– Satu bahu lebih menonjol daripada bahu lain
– Satu pinggul tampak lebih tinggi atau lebih menonjol.
– Satu sisi tulang rusuk tampak lebih tinggi dari yang lain
– Telinga bagian tengah tidak sejajar dengan ujung bahu bila dilihat dari samping
– Pusat mata tidak sejajar horizontal dengan pusat pinggul
– Tubuh miring ke satu sisi
– Satu kaki tampak lebih pendek dari yang lain

Sebagian besar perawatan skoliosis tahap ini, terfokus pada penanganan gejala skoliosis yang terlihat, dengan memaksa tulang belakang menjadi terkonfigurasi normal.

Gejala skoliosis berat atau parah

Hanya sekitar 10% orang dengan skoliosis idiopatik memiliki kurva lebih 30 derajad, dan membutuhkan pengobatan segera. Jika gejala skoliosis menjadi parah, kelainan bentuk menjadi lebih jelas, dan lebih mungkin menyebabkan gejala skoliosis yang nyata.

Beberapa gejala umum untuk skoliosis berat, termasuk:

– Perubahan saat berjalan.

Ketika tulang belakang memuntir secara tidak normal dan membelok ke samping, akan menyebabkan pinggul tidak sejajar, mengubah gaya seseorang ketika mereka berjalan.

Pasien kesulitan untuk menjaga keseimbangan pinggul. Di sisi lain, kaki pendek sebelah menyebabkan otot menjadi cepat lelah. Seseorang mungkin satu tangan menyentuh pinggul saat berjalan, tetapi tangan yang lain tidak.

– Mengurangi rentang gerak.

Deformitas tulang belakang bisa meningkatkan kekakuan, ini akan mengurangi fleksibilitas tulang belakang ketika membungkuk.

– Sulit bernapas.

Tulang belakang melengkung membuat tulang rusuk memutar dan menekan paru-paru sehingga sesak nafas atau kesulitan saat bernafas.

– Masalah kardiovaskular.

Demikian pula, jika tulang rusuk miring, akan mengurangi gerak jantung sehingga menghambat kemampuannya untuk memompa darah.

– Rasa sakit.

Jika kelengkungan tulang cukup parah, punggung lebih rentan terhadap kejang otot, ini akan sangat menyakitkan. Bisa jadi muncul peradangan lokal di sekitar otot yang tegang, menyebabkan rasa sakit. Kadang, membuat suatu kondisi yang disebut cakram intervertebralis dan sendi facet karena beban berat dan tak seimbang.

– Minder atau kurang percaya diri.

Gejala ini biasanya diabaikan, tetapi pada orang-orang yang memiliki deformitas tulang belakang, rasa tidak percaya diri akan meningkat secara nyata khususnya para remaja atas teman-teman mereka, itu bisa membuat stres dan menyedihkan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!