Jenis-Jenis Skoliosis

Jenis-Jenis Skoliosis

Skoliosis sebenarnya bukan penyakit, karena bukan disebabkan oleh virus aatau bakteri tertentu. Namun, skoliosis adalah istilah untuk menggambarkan kelengkungan tulang belakang yang abnormal, menyamping (lateral).

Kurva tulang belakang dapat muncul sebagai kurva tunggal, membentuk huruf C atau sKoliosis C. Atau, sebagai kurva ganda berbentuk seperti huruf S atau skoliosis S.

Ada beberapa nama, jenis dan tipe kurva skoliosis yang diklasifikasikan berbeda tergantung lokasinya. Skoliosis di punggung bagian atas, disebut skoliosis servikal, di punggung tengah disebut scoliosis vertebra thoracalis (thoracic spine scoliosis) dan di punggung bawah disebut lumbar skoliosis.

Skoliosis torakolumbal adalah skoliosis yang terbentuk mulai vertebra di bagian bawah tulang belakang hingga bagian bawah lumbal toraks. Kurva yang muncul di torak juga didefinisikan sebagai skoliosis thorak kiri atau skoliosis torak kanan.

Untuk lebih jelasnya, silakan Anda baca deskripsi di bawah ini

1. Dextro skoliosis

Jika dilihat dari belakang, kurva tulang belakang mengarah ke kanan disebut Dextro skoliosis (“dextro” berarti kanan). Biasanya terjadi di tulang belakang toraks, atau ” torak dextro skoliosis”, dan kadang-kadang di tulang belakang lumbal, atau “Lumbar Dextro skoliosis”.

Tulang belakang bengkok ke kanan adalah jenis kurva paling umum pada anak-anak dan orang dewasa. Kurva membentuk huruf C atau kadang membentuk huruf S. Kurva ini terbentuk karena tubuh secara naluriah menghindari jantung yang terletak di sebelah kiri garis tengah tubuh.

2. Levo skoliosis

Jika dilihat dari belakang, kurva tulang belakang mengarah ke kiri disebut levo skoliosis (“levo” berarti kiri). Levo skoliosis sering terjadi di tulang belakang lumbal, disebut lumbal Levo skoliosis.

Levo skoliosis juga bisa terjadi pada tulang belakang toraks, disebut torak levo skoliosis, meskipun ini jarang terjadi.

Levo skoliosis disebabkan masalah sekunder akibat patologi, seperti tumor medula spinalis atau sindrom chiari, yang dapat mempengaruhi fungsi jantung dan paru-paru. Cedera tulang belakang atau kondisi degeneratif seperti arthritis dan osteoporosis juga dapat menyebabkan levoscoliosis.

3. Kyphosis

Kurva tulang belakang membengkok ke depan. Istilah “Kyphosis” menggambarkan tulang melengkung ke luar yang berlebihan di daerah tulang belakang ini. Kyphosis berasal dari kata Yunani untuk “punuk”, oleh karena itu juga disebut sebagai roundback atau bongkok.

Kyphosis terjadi ketika tulang belakang di punggung bagian atas terlalu melengkung di tengah, menghasilkan postur bongkok.

4. Lordosis

Kurva tulang bengkok ke belakang. Jika dilihat dari belakang, tampak lurus. Namun jika dari samping, tulang belakang melengkung di leher, batang tubuh dan area punggung bawah. Lordosis disebabkan oleh perbedaan ketebalan cakram (disk) antara bagian depan dan belakang di setiap tulang belakang.

5. Skoliosis idiopatik

Idiopatik berarti suatu penyakit tanpa penyebab yang diketahui. Skoliosis idiopatik adalah tipe skoliosis yang paling umum. Skoliosis idiopatik jarang menyebabkan rasa sakit.

Setelah skoliosis terdeteksi maka harus dimonitor secara ketat oleh seorang profesional skoliosis. Dokter skoliosis akan memulai rencana perawatan proaktif untuk memastikan kurva tidak berkembang ke tingkat parah.

6. Skoliosis idiopatik bayi

Skoliosis bayi atau skoliosis idiopatik infantil didefinisikan sebagai skoliosis didiagnosis pada bayi setelah lahir dan anak-anak usia 3 tahun. Untungnya, 80% dari skoliosis bayi bisa sembuh tanpa perawatan.

7. Skoliosis Idiopatik anak-anak

Skoliosis anak-anak atau Skoliosis juvenil didefinisikan sebagai kurva spinal yang didiagnosis antara anak-anak usia 3-10tahun. Prevalensi skoliosis juvenil lebih rendah daripada skoliosis remaja, tetapi jumlah kasus mewakili seperlima dari semua kasus skoliosis.

8. Skoliosis Idiopatik Remaja

Skoliosis Idiopatik Remaja terjadi pada usia anak-anak 10 sampai 18 tahun, prevalensi sekitar 80% dari semua kasus skoliosis idiopatik. Ini adalah usia rentang pertumbuhan sehingga deteksi kurva pada tahap ini sangat penting untuk dimonitor demi masa depan anak-anak dan pertumbuhan tulang rangka mereka.

9. Skoliosis Idiopatik Dewasa

Seiring usia bertambah, setelah skeletal tercapai, pasien dengan skoliosis idiopatik remaja akan memiliki skoliosis idiopatik dewasa. Perubahan degeneratif tulang belakang membuat pasien merasakan nyeri tulang atau nyeri ekstremitas akibat kompresi saraf.

10. Skoliosis dewasa (degeneratif)

Mungkin Anda bingung membedakan skoliosis dewasa dan skoliosis idioptaik dewasa. Skoliosis dewasa atau Adult Scoliosis atau Adult Onset Scoliosis adalah skoliosis degeneratif, atau tulang belakang bengkok disebabkan oleh degenerasi sendi facet. Skoliosis degeneratif adalah bentuk skoliosis paling umum pada orang dewasa.

Skoliosis degeneratif terjadi pada orang tua, paling sering di atas usia 65 tahun. Biasanya berbentuk kurva C di tulang belakang lumbar. Skoliosis degeneratif juga dapat terjadi karena radang sendi di tulang belakang, seperti Spondylosis, osteoporosis, fraktur kompresi vertebral, dan degenerasi diskus (cakram tulang belakang).

11. Skoliosis struktural

Skoliosis struktural dapat disebabkan oleh cacat lahir (seperti hemivertebra, di mana satu sisi dari tulang belakang gagal terbentuk secara normal sebelum lahir), salah satu tipe ini adalah skoliosis kongenital.

Skoliosis struktural juga akibat cedera, infeksi tertentu, tumor (neurofibromatosis, cacat lahir terkait dengan tumor jinak pada kolom tulang belakang), penyakit metabolik, gangguan jaringan ikat, penyakit rematik. Skoliosis struktural juga bisa disebabkan oleh penyakit neuromuskular.

12. Skoliosis neuromuskular

Ini adalah skoliosis terkait penyakit neuromuskular atau ada masalah ketika tulang tulang belakang terbentuk. Vertebra bisa mengalami gagal terbentuk sepenuhnya selama perkembangan janin.

Jenis skoliosis ini bisa berkembang akibat kondisi lain seperti cacat lahir, distrofi otot, cerebral palsy, atau penyakit Marfan. Orang-orang dengan kondisi ini sering mengembangkan kurva C dan otot-otot mereka tidak dapat menahan tulang belakang untuk lurus.

13. Skoliosis Nonstruktural

Skoliosis nonstruktural adalah tulang belakang melengkung karena disebabkan oleh kondisi seperti: nyeri atau tegang otot atau perbedaan panjang kaki. Jadi, skoliosis jenis ini terjadi karena ada masalah di tempat lain di dalam atau anggota tubuh Anda.

14. Skoliosis kompensatori

Skoliosis kompensatori terjadi ketika tulang belakang membengkok di bidang koronal ketika pasien duduk. Skoliosis kompensatori disebabkan oleh kaki pendek dan pinggul yang kontraktur.

Ini adalah beberapa penjelasan tentang nama-nama, tipe atau jenis-jenis skoliosis. Kelihatannya rumit, namun alangkah baiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda tidak memahaminya, atau ada pertanyaan tentang klasifikasi skoliosis.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Skoliosis Apa itu penyakit tulang skoliosis? Skoliosis adalah bentuk kurva tulang belakang abnormal, membentuk leter huruf "S" atau "C" bukan lurus, seperti memuntir. Bila seseorang menderita skoliosis, tulang punggung mereka melengkung ke […]
  • Skoliosis Degeneratif Skoliosis degeneratif adalah skoliosis atau tulang belakang melengkung ke samping akibat degenerasi sendi kecil tulang belakang. Skoliosis degeneratif hanya terjadi pada orang tua berusia di atas 65 th, sehingga skoliosis degeneratif […]
  • Skoliosis Idiopatik Remaja Skoliosis idiopatik remaja (AIS - ADOLESCENT IDIOPATHIC SCOLIOSIS) adalah satu bentuk skoliosis yang menyerang anak-anak hingga remaja berusia setidaknya 10 - 18 tahun. Istilah skoliosis remaja berarti seorang penderita masih masa […]
  • Skoliosis Idiopatik? Skoliosis idiopatik adalah suatu kondisi yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping namun belum diketahui apa penyebabnya. Skoliosis idiopatik mempengaruhi anak-anak dan remaja mulai usia 10 tahun. Skoliosis semasa […]
  • Skoliosis Kongenital Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang pada bayi ketika pertama didiagnosis pada anak antara usia kelahiran hingga 5 tahun (batita dan balita). Skoliosis kongenital disebut juga skoliosis infantil karena orangtua biasanya […]