Parkinson’s Bisa Disembuhkan Dengan Sel Induk Penghasil Dopamin

Parkinson Bisa Disembuhkan

Sel induk dapat digunakan untuk menyembuhkan kerusakan di otak yang disebabkan oleh penyakit Parkinson. Para peneliti berhasil mencangkok sel punca ke otak tikus. Sel-sel ini kemudian berkembang menjadi sel otak penghasil dopamin.

Penyakit Parkinson adalah kondisi neurologis yang terkait dengan hilangnya sel otak penghasil dopamin, menyebabkan gejala seperti tremor, kaku, otot kaku, dan gerakan lambat.

Pengobatan Parkinson saat ini diobati dengan obat yang bekerja mengkompensasi hilangnya sel-sel otak, tapi tidak bisa menggantikannya.

Peneliti menggunakan sel saraf dopamin turunan dari sel induk untuk mengganti sel otak penghasil dopamin yang memberikan hasil fungsional jangka panjang.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Lund di Swedia dan lembaga penelitian lainnya di Perancis, didukung oleh sumber finansial dari European Community’s 7th Framework Programme, hasil Penelitian dipublikasikan di jurnal peer-review, Cell Stem Cell secara terbuka, sehingga bisa diakses bebas secara online.

Konsep Penelitian

Ini adalah penelitian laboratorium, bertujuan untuk memproduksi sel neuron dopamin (sel saraf) dari sel induk embrionik manusia dan mencangkokkan ini ke dalam model tikus Parkinson. Mereka ingin melihat apakah ini berpotensi untuk menyembuhkan penyakit.

Parkinson adalah penyakit neurologis dengan penyebab yang tidak diketahui, namun bisa diketahui dengan melihat hilangnya sel saraf di otak produsen dopamin.

Hilangnya dopamin menyebabkan gejala Parkinson klasik termasuk, kekakuan, otot kaku dan gerakan lambat, serta efek lain, seperti demensia dan depresi. Parkinson tidak bisa disembuhkan, dan obat saat ini bertujuan untuk mencoba mengendalikan gejala dengan mengobati ketidakseimbangan dopamin.

Stem sel embrionik manusia berpotensi berkembang menjadi semua jenis sel dalam tubuh. Dengan menggunakan sel punca ini dimaksudkan akan menggantikan sel saraf dopamin

Bentuk penelitian

Para peneliti mengembangkan sel saraf dopamin dari sel induk embrionik manusia (hESC – human embryonic stem cells) di laboratorium.

Mereka mentransplantasikan neuron dopamin yang berasal dari hESC ini ke dalam model tikus berpenyakit Parkinson, di mana otak tikus disuntik dengan toksin untuk menghentikan produksi dopamin. Riset terhadap tikus selama enam bulan setelah sel-sel tersebut dipindahkan ke otak mereka

Hasil penelitian

Satu sampai lima bulan setelah neuron dopamin yang diturunkan dari hESC telah dicangkokkan ke dalam otak tikus, pemindaian MRI menunjukkan bahwa sel yang ditransplantasikan telah meningkatkan volumenya, ini berarti bahwa mereka berkembang biak dan semakin matang.

Tes perilaku juga memberi hasil positif, menunjukkan bahwa neuron dopamin yang diturunkan dari hESC menyebabkan pemulihan fungsional motorik otak tikus.

Kesimpulan

Ini adalah penelitian awal yang menunjukkan bahwa memungkinkan memproduksi sel-sel saraf penghasil dopamin dari stem sel embrionik manusia di laboratorium.

Sel-sel itu kemudian dipindahkan ke dalam model tikus Parkinson (tikus-tikus diberi suntikan racun untuk menghancurkan sel penghasil dopamin).

Sampai enam bulan setelah transplantasi sel, pemindaian otak dan tes fungsional menunjukkan bahwa sel yang ditransplantasikan telah berkembang biak dan matang, memperbaiki kembali jaringan otak, dan memproduksi dopamin.

Langkah selanjutnya adalah mem-follow up penelitian ini dengan uji coba klinis pada manusia. Para periset mengatakan mereka siap menjalani uji klinis pertama untuk manusia dalam waktu sekitar tiga tahun.

Meskipun hasilnya menunjukkan bahwa sel yang ditransplantasikan berfungsi dengan baik pada model tikus, penting untuk memverifikasi bahwa efek fungsional ini stabil selama periode waktu yang lebih lama secara signifikan untuk manusia.

Selain itu, ukuran otak tikus lebih kecil dari pada otak manusia. Oleh karena itu, mungkin sel yang ditransplantasikan tersebut harus memiliki kapasitas untuk menumbuhkan serabut saraf sesuai dengan ukuran otak manusia.

Penelitian ini sangat menjanjikan adanya pengobatan parkinson dengan stem sel di masa depan untuk mengembalikan sel-sel saraf penghasil dopamin yang hilang pada orang-orang dengan penyakit Parkinson. Tahap penelitian selanjutnya kita menunggu hasil.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Terapi Stem Cell Pengobatan DM Tipe 1 dan 2 Terapi stem cell untuk pengobatan diabetes adalah rangkaian prosedur pengobatan modern untuk diabetes tipe 1 dan 2  dengan menggunakan sel induk sendiri untuk membantu regenerasi sel pankreas dalam meningkatkan produksi insulin, serta […]
  • Katarak Bayi Bisa Sembuh Dgn Stem Sel Dan Tak Perlu Lensa Buatan Apakah katarak bawaan pada bayi bisa disembuhkan? Bayi katarak bisa sembuh dan mendapatkan penglihatan kembali setelah diobati dengan stem sel radikal yaitu menggunakan sel induk lensa epitel untuk meregenerasi sel lensa yang terkena […]
  • Studi: Stem Sel Terobosan Baru Dalam Pengobatan Multiple Sclerosis Sebuah studi telah mempelajari sebuah pengobatan baru untuk mengobati penyakit multiple sclerosis. Intinya, pengobatan multiple sclerosis yaitu dengan menghancurkan kesalahan sistem kekebalan tubuh dan menggantinya dengan sel induk - […]
  • Studi: Stem Sel Dari Ekstrak Air Kencing Bisa Tumbuhkan Gigi Para ilmuwan telah menemukan cara menumbuhkan gigi yang tidak sempurna dari sumber yang paling tidak mungkin dan sangat aneh, yaitu menggunakan stem sel pluripoten dari air kencing manusia. Sel induk atau stem cell pluripoten berpotensi […]
  • Terapi Stem Sel Menyembuhkan Stroke Iskemik Parah Yg Sulit Diobati Sel induk dari terapi stem sel CD34 + adalah cara menyembuhkan stroke iskemik yang paling parah dan sulit diobati. Artikel akurat berasal dari sebuah studi bahwa teknik baru menggunakan sel induk pasien untuk membantu pemulihan dan […]