Studi: Stem Sel Terobosan Baru Dalam Pengobatan Multiple Sclerosis

Studi: Stem Sel Terobosan Baru Dalam Pengobatan Multiple Sclerosis

Sebuah studi telah mempelajari sebuah pengobatan baru untuk mengobati penyakit multiple sclerosis. Intinya, pengobatan multiple sclerosis yaitu dengan menghancurkan kesalahan sistem kekebalan tubuh dan menggantinya dengan sel induk – stem sel.

Apa itu penyakit Multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan berbagai gejala, termasuk masalah dengan gerakan lengan atau kaki, penglihatan, panca indera, keseimbangan, dan kecacatan yang diderita oleh pasien seumur hidupnya.

Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit autoimun dimana kesalahan sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel sehat di dalam tubuh, terutama selubung saraf myelin.

Baca tentang artikel penyakit multipel sklerosis

Studi tentang stem sel dan Multiple sclerosis

Sebuah penelitian di Kanada, telah mentransplantasi stem sel untuk mengganti kesalahan sistem imun dalam upaya membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang baru tanpa adanya kesalahan yang memicu MS.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti kebanyakan dari institusi medis di Kanada, serta tiga peneliti dari Department of Neurosciences, Cleveland, AS yang didanai oleh Multiple Sclerosis Scientific Research Foundation. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal peer-review, The Lancet.

Para peneliti ingin melihat apakah transplantasi stem sel haemopoietik (HSCT – haemopoietic stem cell transplant) berdampak pada pengobatan kecacatan pada penderita multiple sclerosis.

Sel induk Haemopoietik adalah sel darah tahap awal yang bisa berkembang menjadi semua jenis sel darah dan sel untuk kekebalan.

Penelitian ini mengambil HSCT autologous, di mana stem sel pertama kali dipanen dari pasien yang sebelumnya telah menjalani kemoterapi dosis tinggi untuk menguras sel kekebalan orang itu sendiri.

Stem Sel Haemopoietik yang dipanen kemudian ditransplantasikan dengan harapan akan membangun kembali sistem kekebalan tubuh tanpa kekurangan yang memicu MS.

Hasil penelitian

Penelitian dimulai pada tahun 2000 dengan merekrut 24 pasien berusia antara 18 dan 50 dari tiga rumah sakit di Kanada.

Hasil penelitian yang paling menarik adalah proporsi pasien yang bisa bertahan dan terbebas dari aktivitas penyakit MS pada tiga tahun setelah transplantasi stem sel.

Dari 24 pasien, 21 mengikuti acara sampai tiga tahun, dan 13 orang mengambil bagian dalam tindak lanjut jangka panjang. Rata-rata masa tindak lanjut adalah 6 hingga 7 tahun.

Secara keseluruhan, 17 dari 24 pasien (69,9%) dinyatakan lulus dari pengobatan multiple sclerosis dalam tiga tahun setelah transplantasi stem sel. Tujuh pasien yang tersisa mengalami komplikasi kecacatan mungkin akibat efek samping pengobatan.

Seorang pasien meninggal karena komplikasi transplantasi. Sebagian lain mengalami efek samping toksisitas, demam dan infeksi umum.

Kesimpulan

Penelitian terkait pengobatan multiple sclerosis yang melibatkan kemoterapi dosis tinggi yang dilanjut transplantasi sel induk hematopoietik (HSCT). dapat memperlambat atau mengobati multiple sclerosis secara keseluruhan.

Studi tersebut telah membuktikan dan menunjukkan bahwa dengan menghilangkan kesalahan sistem imun pada kemudian membangunnya kembali dengan menggunakan stem sel telah menyembuhkan penyakit multiple sclerosis.

Meskipun temuan penelitian ini bisa menjadi pengobatan potensial di masa depan, para periset mengatakan bahwa ada kehati-hatian diperlukan sebelum sistem pengobatan ini diterapkan secara luas dalam praktik klinis.

Dr Payam Rezaie, seorang pembaca neuropatologi di The Open University, berkomentar: “Meskipun penelitian ini menambah bobot penggunaan HSCT autologik sebagai pendekatan terapi untuk multiple sclerosis, sulit untuk membuat kesimpulan yang lebih umum mengenai penggunaannya, jika berdasarkan pada penelitian ini saja.

“Risiko berupa efek samping juga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati apakah sebanding dengan hasil yang menguntungkan. Masih butuh studi tahap lanjut untuk mengukur keefektifan dan keamanan dengan lebih baik” (NHS Choices)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait