Melatonin Alami: N-Acetylserotonin (NAS) – Untuk Penderita Insomnia

Melatonin Alami: N-Acetylserotonin (NAS) – Untuk Penderita Insomnia

N-Acetylserotonin (NAS) adalah prekursor melatonin. Melatonin adalah hormon yang disintesis oleh kelenjar pineal di malam hari, yang berpasangan dengan protein-G untuk mengatur sejumlah aspek fisiologi dan perilaku, termasuk respon sirkadian dan beberapa fungsi kardiovaskular, retina dan imunologi.

Sebagai hormon yang diproduksi di otak, melatonin memainkan peran penting dalam siklus tidur / bangun secara alamiah tubuh. Saat malam menjelang, konsentrasi melatonin dalam tubuh meningkat hingga 10 kali lebih banyak daripada siang hari sehingga menyebabkan rasa kantuk, itulah sebabnya mengapa melatonin sering direkomendasikan sebagai peningkat kualitas tidur.

Sumber melatonin alami

Banyak makanan yang diketahui mengandung jumlah melatonin, tetapi itu belum cukup untuk meningkatkan kadar melatonin plasma. Makanan-makanan yang mengandung melatonin alami termasuk jahe, tomat, oat, barley dan pisang. Prekursor Melatonin adalah serotonin. Prekursor Serotonin adalah triptofan, yang merupakan bahan kimia yang ditemukan dalam kalkun, itulah sebabnya setelah makan kalkun banyak yang merasa seperti tidur siang.

Ada dua jenis melatonin – alami dan buatan. Kelenjar pineal di  hewan juga menghasilkan melatonin alami, namun bisa terkontaminasi virus dan tidak direkomendasikan. Melatonin buatan/sintetis tidak mudah terkontaminasi, dan paling sering direkomendasikan.

Manfaat melatonin

Orang menggunakan melatonin karena berbagai alasan termasuk:

1. Menjaga kualitas tidur.  Melatonin bermanfaat bagi mereka dengan sindrom fase tidur tertunda, ini sangat memungkinkan untuk pola tidur dan durasi yang lebih normal.

2. Mengobati insomnia. Orang menderita insomnia bisa mendapatkan manfaat dari mengambil melatonin sebelum tidur, meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik dan lebih waspada ketika mereka bangun.

3. Menguatkan pandangan. Melatonin juga dapat membantu mengatur perubahan terkait usia yang mempengaruhi irama suhu tubuh, serta menunda degenerasi makula pada mata orang tua.

4. Anti tumor. Sebuah penelitian uji coba pada manusia sedang berlangsung terkait pemberian melatonin untuk pasien tumor hati, kanker payudara, paru-paru, testis, pankreas dan otak.

5. Mengobati migrain. Penelitian juga telah dilakukan untuk melihat apakah melatonin dapat digunakan untuk mengobati migren, cluster dan sakit kepala. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan manfaat melatonin.

Efek Samping Melatonin

  • Beberapa efek samping yang umum dari melatonin termasuk pusing, mudah tersinggung, kelelahan, mimpi seperti nyata, mimpi buruk, kebingungan dan disorientasi. Gejala-gejala ini hilang ketika seseorang berhenti menggunakan melatonin.
  • Ada juga beberapa penelitian yang dilakukan yang mengindikasikan melatonin dapat meningkatkan risiko kejang, terutama pada anak-anak dengan gangguan neurologis. Namun, penelitian lain telah melaporkan bahwa melatonin sebenarnya bisa mengurangi kemungkinan kejang-kejang ketika diminum secara teratur.
  • Efek samping lain yang dilaporkan termasuk dysphoria, paranoia, halusinasi dan euforia.
  • Pasien yang menderita depresi atau memililki gangguan kejiwaan lainnya mengambil dosis melatonin harus mengikuti petunjuk dokter. Jika pasien mengonsumsi obat tekanan darah dan melatonin, penurunan drastis tekanan darah dapat terjadi.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi,  irama jantung menjadi tak teratur berkaitan dengan asupan melatonin.
  • Bagi pasien dengan diabetes tipe 1, melatonin dapat mengurangi toleransi glukosa dan kepekaan terhadap insulin. Disarankan bahwa pasien-pasien ini mendiskusikan penggunaan melatonin dengan dokter mereka.
  • Pada pria yang memakai melatonin, kasus ginekomastia telah dilaporkan dan penurunan jumlah sperma. Penurunan dan / atau peningkatan kadar hormon luteinizing, progesteron, hormon tiroid, prolaktin, oksitosin, kortisol, hormon pertumbuhan dan vasopresin juga ikut terpengaruh.
  • Gejala efek samping lain dapat mencakup masalah gastrointestinal seperti muntah, kram dan mual.
  • Dosis tinggi melatonin telah dikaitkan dengan gangguan mata seperti glaukoma. Ada laporan, bahwa melatonin bisa  menurunkan tekanan mata intraokular.
  • Wanita menyusui dan hamil harus tidak boleh mengonsumsi melatonin karena risiko kelainan  janin. Melatonin terdeteksi dalam ASI, jadi harus dihindari oleh wanita yang menyusui. 
  • Karena efek mengantuk berat, orang memakai Melatonin seharusnya tidak mengoperasikan mesin atau mengemudi.
  • Melatonin tidak boleh diambil dengan obat lain atau alkohol atau jika pasien mengalami gangguan ginjal, hati atau autoimun.

Berapa dosis melatonin terekomendasi?

Dosis biasanya dimulai pada 1 mg dan naik hingga 5 mg. Untuk anak-anak, dosis diberikan lebih rendah. Beberapa orang menggunakan dosis melatonin sebagai bantuan tidur mulai dengan dosis lebih kecil kemudian meningkatkannya seperlunya. Disarankan agar melatonin diminum 30 hingga 90 menit sebelum tidur.

Kesimpulan

Melatonin diproduksi di kelenjar pineal otak sebagai hormon. Sintesis dan pelepasannya dirangsang oleh ruang gelap (malam hari).  Melatonin terlibat dalam ritme sirkadian dan memiliki beragam pengaruh pada berbagai fungsi tubuh. Melatonin alami dapat mengandung virus, dan melatonin sintetis digunakan untuk beberapa kondisi medis. Beberapa penelitian mengklaim bahwa melatonin dapat menyembuhkan kanker dan untuk mencegah penuaan (awet muda).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait