Waspada Suplemen Obat Tradisional Mengandung Obat Kimia Berbahaya

Waspada Suplemen Obat Tradisional Mengandung Obat Kimia Berbahaya

Ingin bebas efek samping, justru mengakumulasi efek samping.Ekspektasi masyarakat pada penyembuhan dengan obat tradisional saat ini semakin tinggi. Bagi masyarakat, obat tradisonal yang bagus adalah yang memberikan reaksi cepat terhadap penyakit yang diderita.

Namun kenyataannya tidak seperti itu. Cara kerja obat tradisional berbeda dengan obat-obatan kimia. Jika obat-obatan kimia bekerja langsung pada target rasa sakit, sehingga membutuhkan waktu yang sebentar untuk menyembuhkan, obat tradisional justru bekerja pada seluruh jaringan.

Obat kimia hanyak menyembuhkan sementara, atau bahkan hanya mengurangi gejala rasa sakit, sedangkan obat tradisional bersifat memperbaiki jaringan yang rusak. Karenanya, waktu kerja obat tradisonal tidak cepat, karena obat tradisional memiliki fungsi memperbaiki keseluruhan jaringan yang mengalami kerusakan.

Sayangnya, lagi-lagi masyarakat menginginkan pengobatan yang cepat dan minim efek samping. Pemilihan obat tradisional yang memang minim efek samping dijadikan pilihan yang tepat, hanya saja obat tradisional tidak mungkin bekerja sama cepatnya dengan obat kimia. Lalu bagaimana jika beberapa obat tradisional memiliki efek penyembuhan yang cepat?

Menurut Ka. Deputi 2 Badan POM, Drs. T. Bahdar Johan H. Apt., M.Pharm, dalam konfrensi pers dan media gathering BPOM, Selasa 18 September 2012, di ruang wartawan BPOM, jika ditemui obat tradisional yang memiliki efek sangat cepat menyembuhkan, bahkan sama dengan obat kimia, maka patut dicurigai obat tradisional tersebut mengandung bahan kimia obat.

Jika di dalam obat tradisonal terkandung bahan kimia obat, ini berbahaya sekali, karena akan mengakibatkan penumpukan efek samping, tuturnya Bahdar.

Seperti yang kita ketahui, obat-obatan kimia memiliki efek samping jika dikonsumsi jangka pendek atau jangka panjang. Efek samping obat kimia bisa ringan, sedang ataupun berat. Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan kimia harus selalu di bawah pengawasan dokter. Jika bahan obat kimia ini kemudian ditambahakan ke dalam obat tradisional, yang dalam penggunaannya biasanya tidak dalam pengawasan dokter, maka otomatis penumpukan bahan kimia dan akumulasi efek samping akan terjadi. Ini sangat membahayakan.

“Natrium diklofenak misalnya, obat rematik ini sering dimasukan pada jamu pegal linu. Dalam penggunaan lama dan jumlah besar, natrium diklofenak memberikan efek samping mual, muntah, diare, bahkan pendarahan lambung”, kata Bahdar. Bayangkan jika obat ini ada dalam obat tradisional yang dikonsumsi sehari-hari untuk menghilangkan pegal linu atau rasa letih.

Temuan BPOM pada Obat Tradisional yang mengandung Obat Kimia

Setiap tahunnya, BPOM selalu melakukan pengawasan tehadap makanan, obat, kosmetik, suplemen dan obat tradisonal yang beredar di pasaran. Halini dilakukan guna melindungi masyarakat dari produk-produk yang tidak memenuhi persyarataan mutu, khasiat dan keamanan.

Pada obat tradisional, pengawasan ini dilakukan di Deputi 2BPOM.Menurut Bahdar, trend memasukan bahan obat kimia ke dalam obat tradisional sudah dimulai sejak tahun 2001. Ada lima target obat tradisional, yang biasanya ditambahan bahan kimia obat, antara lain, obat asam urat, kolesterol, hipertensi, pembangkit libido (obat kuat) dan obat pelangsing.

Jenis bahan kimia obat yang ditambahkan biasanya adalah parasetamol (menghilangkan rasa sakit), fenilbutazon (rematik dan menyegarkan tubuh), Natrium diklofenak (rematik), Sildenafil sitrat (disfungsi ereksi atau enguat libido), sibutramin HCL (obat pelangsing).

Sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2012, penemuan ini menunjukan angka yang lebih sedikit. Di tahun 2008, obat tradisional dengan bahan obat kimia ada sekitar 95 item, di tahun  2009 sekitar 98 item, tahun 2010 sekitar 64 item, dan sampai tahun 2012 jumlahnya menjadi 25 item. Daerah-daerah yang rentan penyebaran obat tradisiona dengan bahan kimia obat adalah Surabaya, Denpasar, Samarinda dan Semarang.

Trend nya pun selalu berubah-ubah. Di tahun 2008-2010, obat tradisional untuk pelangsing dan obat kuat yang banyak ditambahan obat kimia. Di tahun 2011-2012 ,obat rematik dan asam urat yang banyak ditambahkan obat kimia. Walaupun belum ada diteliti lebih dalam, tapi mungkin ini berhubungan dengan keadaan masyarakat saat ini,” kata Bahdar.

Untuk menghindari efek yang berbahaya pada masyarakat, maka BPOM telah melakukan penarikan produk tersebut daripasaran. “Di tahun 2012 ini, sudah ada 25 item yang ditarik, dan sekitar 41.449 pcs yang dimusnahkan.

Sekitar 31 kasus terkait obat tradisional juga diangkatkan ke pengadilan, kata Bahdar lagi. Sayangnya pelanggaran mengenai obat tradisional seringkali tidak membuat jera pelaku pelanggaran tersebut, karena hukuman yang diterima tidak setimpal.

BPOM juga kerap melakukan publik warning pada masyarakat, dan senantiasa menindaklanjuti keluhan-keluhan mengenai efektivitas obat tradisional, pemalsuan obat tradisional dan lainnya, yang dilakukan masyarakat melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen POM.

Kerugian Masyarakat, Industri Obat Tradisional dan Pemerintah

Keberadaan obat-obatan tradisional yang tidak sesuai aturan, tidak hanya memberikan dampak kerugian pada masyarakat. Efek yang terjadi pada masyarakan mungkin paling significant. Karena masyarakat adalah konsumen langsung.

Kerugian juga pasti dirasakan oleh pemilik industri obat tradisional. Dalam hal ini adalah industri yang jujur dimana tidak menggunakan obat kimia di dalam obat tradisional dan industri yang selalu mendaftaran obat-obatan yang diproduksinya.

Keberadaan obat tradisional yang menyalahgunakan aturan, tentu perlahan-lahan bisa mengurangi kepercayaan masyrakat pada obat tradisional. Jika hal ini terjadi maka omset industri obat tradisional yang jujur bisa menurun.

Kerugian ketiga datang dari pemerintah. Obat tradisional yang tidak terdaftar, berarti tidak juga membayar pajak. Tentu saja ini merugikan pemerintah.

Di tahun 2011, pendapatan negara dari obat tradisional adalah sekitar 17 T, dan ini diluar obat-obatan tradisional yang tidak terdaftar. Walaupun nominal pastinya belum diketahui, namun sudah bisa dibayangkan kerugiannya.

Adanya hal ini bukan lantas untuk membuat masyarakat takut mengkonsumsi obat tradisional. Jumlah obat tradisional yang ada di Indonesia masih sangat banyak jika dibandingkan dengan yang mengandung bahan kimia obat. Jumlah obat tradisional saat ini kuranglebih 9600 item, dan yang mengandung bahan kimia adalah sekitar 25 item. Oleh karena itu, pemberitahuan sepereti ini bukan lantas menjadikan alasan untuk takut mengkonsumsi obat tradisional.

Bahdar mengatakan, obat tradisional adalah obat yang sangat baik, yang penting dikonsumsi dengan cara yang baik, sesuai aturan, dan kalau memungkinkan, pastikan dulu penyakit anda pada dokter, sehingga pemilihan obat tradisional akan tepat.

Jika terasa efek samping ketika mengkonsumsi obat tradisional, jangan dianggap enteng, atau bahkan dianggap sebagai bagian dari efek positif obat tradisional. Obat yang baik adalah obat yang tidak memberikan efek samping, atau hanya memberikan efek samping yang ringan saja, kata Bahdar.

Menurut Ka. Deputi 2 BPOM ini, edukasi mengenai obat tradisional juga harus dilakukan sebaik mungkin. Karena, masyarakat sudah cenderung memilih pengobatan tradisional daripada kimiawi. Sehingga masyarakat bisa memilih mana obat tradisional yang aman dan tidak aman. BPOM juga membantu mengawasi promosi obat tradisional bersama depkominfo, sehingga memberikan informasi yang tepat dan tidak menyesatkan, tutur bahdar meyakinkan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Potensi Jamu Tradisional Dalam Aspek Saintifikasi Pengobatan Alternatif Jamu saat ini sudah menjadi pembicaraan banyak kalangan, mulai dari kalangan dengan pendidikan tinggi, menegah dan berpendidikan rendah. Amuan jamu, bagi sebagian pihak bukan lagi dianggap sebagai alternative dalam penyembuhan, namun […]
  • 4 Fitokimia Penting Tanaman Binahong Dan Manfaatnya Binahong, tanaman ini asli Tiongkok, dengan sebutan Dheng San Chi. Tanaman ini juga banyak ditemukan di negara-negaradi  pasific , seperti Australia, New Zeland, dll. Binahong hidup dengan mudah di dataran rendah. Di Indonesia sendiri […]
  • 7 Cara Mengatasi Tumit Kaki Pecah-pecah Secara Alami Musim kemarau adalah musim panas yang sudah pasti berdampak pada kesehatan secara umum dan kesehatan kulit pada khususnya. Untuk kesehatan kulit sendiri tentunya sudah beberapa kali dibahas pada situs ini. Kali ini kami akan coba […]
  • Teh Camellia Sinesis Pereda Diare Dan Cara Membuat Ramuannya Diare adalah keadaan dimana penderita mengalami banyak kehilangan cairan tubuh. Walaupun sering sekali disepelekan, Diare ternyata dapat mengancam jiwa, terutama jika terjadi pada balita dan sampai mengalami dehidrasi. Bahkan menurut […]
  • Cara Atasi Masalah Insomnia Dengan Makan Kangkung Plus Seledri Untuk mengatasi gangguan tidur, banyak orang terbiasa mengkonsumsi obat agar bisa mendapatkan kualitas dan kuantitas tidur yang lebih baik. Padahal, konsumsi obat tidur terlalu sering bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mereka. […]