Fatwa Ulama: Bolehkan Wanita Hamil Berpuasa? Jika Mampu, Kenapa Tidak?

Fatwa Ulama: Bolehkan Wanita Hamil Berpuasa? Jika Mampu, Kenapa Tidak?

Bulan Ramadhan adalah bulan agung yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh umat muslim. Tidak terkecuali bagi muslimah yang sedang hamil. Hal ini seiringkali memunculkan pertanyaan, bagaimanakah islam meletakkan wanita hamil dalam ibadah puasa. 

Bolehkah wanita hamil berpuasa? Dalam Islam, orang hamil diperbolehkan untuk tetap berpuasa, asalkan tidak ada dampak negatif bagi kandungannya.

Manfaat ibu hamil berpuasa

Bahkan, menurut Dr. dr. H. Imam Rasjidi SpOG(K), puasa memiliki manfaat yang baik bagi wanita hamil. Puasa dapat mencegah timbulnya penyakit akibat pola makan yang berlebihan.

Dengan berpuasa, makanan-makanan yang berpeluang overnutrisi dapat dicegah sehingga penyakit seperti kolesterol, trigileserida tinggi akan lebih berkurang kemungkinannya untuk terjadi.

Beliau juga menjelaskan bahwa puasa merupakan terapi detoksifikasi tertua bagi umat manusia. Dengan puasa, akan melahirkan enzim antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh untuk membersihkan zat-zat beracun dalam tubuh.

Namun akan lebih baik, bagi wanita hamil sebelum memilih untuk berpuasa dalam keadaan mengandung untuk konsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan. Hal ini untuk mengetahui bagaimana kondisi kehamilannya. Apakah beresiko atau tidak untuk berpuasa.

Jika dokter menyarankan untuk tidak berpuasa karena khawatir dengan kandungannya yang akan menjalani masa masa yang berat, maka puasa bagi orang hamil diperbolehkan untuk tidak dilaksanakan. Sebagai gantinya, wanita hamil tersebut dapat mengganti puasanya dengan membayar fidyah jika puasa tersebut hanya membahayakan kandungannya, bukan dirinya.

Apa pendapat ulama tentang wanita hamil berpuasa?

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

“Wanita hamil berpuasa memiliki 2 kondisi;

Pertama: Dirinya kuat dan giat, tidak sulit baginya berpuasa dan tidak berpengaruh bagi janinnya. Wanita seperti ini wajib berpuasa, karena tidak ada uzur bagi wanita tersebut untuk meninggalkan puasa.

Kedua: Wanita tersebut tidak kuasa berpuasa, karena hamilnya berat, atau fisiknya lemah atau sebab lain. Dalam kondisi seperti ini, hendaknya dia berbuka. Apalagi jika berbahaya bagi janinnya, ketika itu dia bahkan wajib berbuka.”

(Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin, 1/487)

Syekh Ibn Baz, rahimahullah berkata,

“Wanita hamil dan menyusui, hukumnya seperti orang sakit. Jika berat bagi mereka berpuasa, maka dibolehkan bagi mereka berbuka. Dan mereka harus mengqadha (menggantinya) ketika dirinya sudah mampu berpuasa, seperti orang sakit. Sebagian ulama berpendapat, cukup bagi keduanya memberi makan (satu orang miskin untuk setiap satu hari tidak berpuasa). Ini merupakan pendapat lemah yang tidak dikuatkan. Yang benar adalah dia harus mengqadha, seperti musafir atau orang sakit. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فمن كان منكم مريضا أو على سفر فعدة من أيام أخر (سورة البقرة: 184)

“Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Hal tersebut juga ditunjukkan oleh hadits Anas bin Malik Al-Ka’by, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إن الله وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة ، وعن الحبلى والمرضع الصوم (رواه الخمسة )

“Sesungguhnya Allah telah menggugurkan bagi musafir puasa dan setengah shalat. Begitu pula halnya terhadap wanita hamil dan menyusui (menggugurkan) terhadap puasa.” (HR. Perawi yang lima)

 (Tuhfatul Ikhawan Bi Ajwibatin Muhimmah Tata’allaqu Bi Arkanil Islam, hal. 171)

Fatwa ulama ini diambil dari situs islamqa.info

Mudah-mudahan menjadi amal jariah, Aamiin

itulah ulasan mengenai Bolehkah wanita hamil berpuasa?, semoga lancar puasanya dan diterima ibadahnya. aamiin

Fatwa Ulama: Bolehkan Wanita Hamil Berpuasa? Jika Mampu, Kenapa Tidak?
5 (100%) 1 vote
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!